Mauricio Souza Ungkap Penyebab Kekalahan Persija dari Borneo FC
SAMARINDA, iNews.id – Persija Jakarta kembali gagal meraih poin penuh dalam laga tandang setelah kalah 1-3 dari Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (28/9/2025). Kekalahan ini menjadi yang kedua beruntun di Super League 2025-2026 setelah sebelumnya Macan Kemayoran tumbang 0-2 dari PSM Makassar.
Dalam laga melawan Borneo FC, Persija sebenarnya tampil dominan. Tim asuhan Mauricio Souza itu mencatat 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 10 tembakan tepat sasaran. Meski demikian, dominasi tersebut tidak berbuah kemenangan karena rapuhnya pertahanan dalam menghadapi transisi cepat lawan.
Mauricio Souza mengakui Persija belum mampu memanfaatkan keunggulan dalam penguasaan bola menjadi hasil positif.
“Secara permainan, kami sebenarnya punya lebih banyak tembakan ke gawang dan lebih dominan dalam penguasaan bola dibanding lawan. Namun, saya menilai para pemain harus bekerja lebih keras lagi di lapangan agar tidak kebobolan,” ujarnya seusai pertandingan.
Borneo FC vs Persija: Macan Kemayoran Bidik Kebangkitan di Samarinda
Pelatih asal Brasil itu menegaskan ada pelajaran penting yang bisa diambil dari dua kekalahan beruntun tersebut. Menurutnya, kelemahan utama Persija terletak pada antisipasi serangan balik.
“Saya sudah mengingatkan mereka bahwa serangan balik lawan sangat cepat. Faktanya, kami kebobolan tiga gol dari situasi transisi. Gol terakhir bahkan mirip dengan yang kami alami saat melawan PSM,” tegas Mauricio.
Mauricio Souza Evaluasi Lini Belakang Persija jelang Duel Kontra Borneo FC
Lebih lanjut, dia mengungkapkan sudah memberikan evaluasi detail kepada para pemain. Bahkan, rekaman video pertandingan sebelumnya ditunjukkan agar kesalahan yang sama tidak kembali terjadi.
Rotasi Kiper Persija? Mauricio Souza Bungkam, Penentuan di Hari H!
“Saya sudah menunjukkan video kepada pemain agar hal seperti ini tidak terulang. Saya tidak hanya ingin tim menguasai bola atau menciptakan banyak peluang, tapi yang terpenting adalah setiap pertandingan harus berakhir dengan tiga poin,” tambahnya.
Hasil ini membuat posisi Persija di klasemen sementara Super League tidak berubah. Mereka tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 11 poin. Sementara itu, kemenangan membuat Borneo FC semakin kokoh di puncak klasemen dengan 18 poin, menjauh dari para pesaingnya.
Kekalahan beruntun tersebut juga menimbulkan tekanan tersendiri bagi Macan Kemayoran. Dengan materi pemain yang cukup lengkap, publik menuntut Persija tidak hanya tampil dominan, tetapi juga mampu mengonversi penguasaan bola menjadi kemenangan.
Mauricio Souza menegaskan timnya akan terus berbenah agar bisa lebih efektif dalam menyelesaikan peluang sekaligus memperkuat pertahanan. Baginya, kerapuhan dalam menghadapi serangan balik adalah pekerjaan rumah utama yang harus segera dituntaskan.
Persija akan mencoba bangkit saat menghadapi Persebaya Surabaya pada 18 Oktober 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Laga tersebut menjadi ujian berikutnya bagi Mauricio Souza untuk membuktikan bahwa Persija mampu kembali ke jalur kemenangan.
Editor: Abdul Haris