Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik, Bersaing dengan Kiper Real Madrid
Advertisement . Scroll to see content

Mbappe Minta Maaf soal Mao Zedong, China Tetap Boikot Siaran Real Madrid

Senin, 02 November 2026 - 17:00:00 WIB
Mbappe Minta Maaf soal Mao Zedong, China Tetap Boikot Siaran Real Madrid
China tetap menghentikan siaran Liga Spanyol di CCTV meski Kylian Mbappe, Real Madrid, dan La Liga sudah meminta maaf (Foto: Soccerway)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China tetap menghentikan siaran pertandingan Liga Spanyol meski Kylian Mbappe sudah menyampaikan permintaan maaf atas lelucon yang menyinggung mendiang pemimpin China, Mao Zedong. Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, tidak menayangkan pertandingan Real Madrid pada Minggu, meski penyerang asal Prancis tersebut telah mengakui ucapannya tidak pantas.

Kontroversi ini bermula ketika Mbappe menyebut meme yang menampilkan wajahnya ditempelkan pada sosok diktator China mirip Mao Zedong sebagai meme yang paling membuatnya tertawa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara bincang-bincang televisi Prancis, The Bridge.

Ucapan Mbappe langsung memicu gelombang kecaman di China. Sejumlah merek di negara tersebut bahkan memutuskan hubungan kerja sama dengan penyerang Real Madrid itu setelah pernyataannya menjadi sorotan publik.

China Media Group, induk organisasi CCTV, kemudian mengumumkan penghentian sementara siaran pertandingan Liga Spanyol pada Selasa pekan sebelumnya. Keputusan itu diambil menyusul kontroversi yang melibatkan Mbappe.

Sebelum mengakui permintaan maaf dari pihak-pihak terkait, China Media Group sempat mendesak Mbappe, Real Madrid, dan Liga Spanyol menyampaikan permintaan maaf. Lembaga tersebut menyebut permintaan maaf dari ketiganya sebagai prasyarat mutlak untuk menyelesaikan persoalan.

Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf pada Selasa. Dia mengakui komentarnya tidak dipertimbangkan dengan baik dan menyadari ucapannya telah melukai perasaan masyarakat China serta komunitas China di berbagai belahan dunia.

“Komentar saya tidak dipertimbangkan dengan baik, dan sekarang saya memahami jika hal itu menyakiti banyak orang di China serta komunitas China di seluruh dunia,” ujar Mbappe.

Kementerian Luar Negeri China menyatakan menerima permintaan maaf Mbappe secara serius. Real Madrid dan pihak Liga Spanyol juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi tersebut.

Namun, pengakuan atas permintaan maaf itu belum membuat China Media Group mencabut penghentian siaran. Lembaga tersebut juga belum memberikan penjelasan mengenai berapa lama pembatasan tayangan Liga Spanyol akan berlangsung.

Kontroversi Mao Zedong dan Boikot Siaran Olahraga

Sensitivitas publik China terhadap lelucon Mbappe tidak terlepas dari posisi Mao Zedong dalam sejarah negara tersebut. Mao merupakan tokoh yang memimpin Partai Komunis China meraih kemenangan dalam perang saudara sekaligus mendirikan Republik Rakyat China.

Mao meninggal dunia pada 1976. Meski pemerintahannya diwarnai sejumlah peristiwa kelam, sosoknya tetap dihormati oleh Partai Komunis China.

Selama berkuasa, Mao memimpin kebijakan Lompatan Jauh ke Depan dan Revolusi Kebudayaan. Kedua periode tersebut menimbulkan dampak besar bagi masyarakat China, termasuk bencana kelaparan yang menewaskan puluhan juta orang serta gelombang pembersihan dan kekerasan di berbagai lapisan masyarakat.

Penghentian siaran Liga Spanyol bukan kali pertama China mengambil tindakan terhadap kompetisi olahraga akibat persoalan politik. Pada Oktober 2019, Beijing juga menghentikan penayangan pertandingan NBA selama satu tahun.

Keputusan tersebut dipicu unggahan Daryl Morey, yang saat itu menjabat sebagai manajer umum Houston Rockets. Dia mengunggah pesan dukungan kepada demonstran Hong Kong di tengah gelombang aksi pro-demokrasi yang berlangsung di wilayah tersebut.

Unggahan Morey memicu kemarahan penggemar, sponsor, dan mitra komersial NBA di China. Dia kemudian menarik kembali pernyataannya dan menjelaskan posisinya melalui sebuah pesan.

“Saya mendapat banyak kesempatan sejak unggahan tersebut untuk mendengar dan mempertimbangkan sudut pandang lain,” tulis Morey.

“Saya selalu menghargai dukungan besar dari para penggemar dan sponsor kami di China. Saya berharap mereka yang merasa kecewa memahami jika saya tidak bermaksud menyinggung atau membuat mereka salah paham,” lanjutnya.

Di tengah belum jelasnya masa depan siaran Liga Spanyol di China, Real Madrid tetap menjalani pertandingan pada Minggu. Los Blancos mengalahkan Racing Santander dengan skor 3-0.

Mbappe turut mencatatkan namanya di papan skor dalam kemenangan tersebut. Dua gol lainnya dicetak Jude Bellingham dan Yan Diomande. Namun, pertandingan itu tidak disiarkan CCTV meski Mbappe sudah menyampaikan permintaan maaf.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut