Media Malaysia Nyinyir dengan Karier Elkan Baggott di Bristol Rovers
KUALA LUMPUR, iNews.id - Media Malaysia, Semuanya Bola, nyinyir dengan karier pemain Timnas Indonesia, Elkan Baggott, di Bristol Rovers.
Elkan Baggott dipinjam Bristol Rovers dari Ipswich Town untuk mengikuti kompetisi EFL League One atau divisi ketiga Liga Inggris 2023-2024. Bek tengah 21 tahun itu ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain setelah jarang dimainkan di Ipswich Town.
Terbukti, Elkan kerap dimainkan Bristol Rovers. Dia telah mencatatkan 4 penampilan musim ini.
Teranyar, bek jangkung itu bermain 28 menit saat Bristol Rovers mengalahkan Stevenage 3-2 di Broadhall Way, Stevenage, pada Rabu (14/2/2024) dini hari WIB.
Bristol Rovers Tumbang Vs Burton Albion, Begini Statistik Elkan Baggott
Namun sebelumnya, Elkan gagal membantu Bristol Rovers meraih kemenangan dua kali berturut-turut termasuk kalah 1-2 dari Burton. Pemain muda Timnas Indonesia itu masih kesulitan beradaptasi dengan rekan satu tim lainnya.
Dalam laga kontra Burton tersebut, tim yang diwakili Elkan itu jelas lebih mendominasi pertandingan lewat statistik 69 persen di kandang sendiri. Namun, kurangnya konsistensi dalam posisi menyerang dan tidak solidnya pertahanan membuat mereka pulang dengan tangan hampa.
Elkan Baggott Main Full, Bristol Rovers Kalah dari Tim Papan Bawah di Kandang Sendiri
Hal itu yang membuat Elkan sempat mendapat kecaman dari segelintir suporter Bristol Rovers di media sosial. Media Malaysia, Semuanya Bola, ikut-ikutan nyinyir dengan mengkritik sang bek karena mendapatkan rating rendah.
"Pemain nasional Indonesia, Elkan Baggott tidak memulai perjalanan awalnya bersama tim barunya di Inggris, Bristol Rovers, dengan baik ketika aksinya mendapat kritik dan penilaian rendah dari media lokal," tulis Semuanya Bola, dikutip Rabu (14/2/2024).
Pelatih Bristol Rovers Terkesima dengan Fisik Elkan Baggott: Dia Punya Potensi Besar
"Baggott gagal membantu tim meraih kemenangan di kompetisi EFL League One untuk kedua kalinya berturut-turut karena kalah 1-2 dari Burton," tuturnya.
Editor: Abdul Haris