Mourinho Ungkap Duel Real Madrid vs Inter Bisa Berakhir 7-6: Pertandingan Gila!
MADRID, iNews.id - Jose Mourinho menyebut duel Real Madrid vs Inter Milan dalam laga pembuka Liga Champions sebagai pertandingan “gila”. Kedua tim saling menciptakan banyak peluang dalam kemenangan 2-1 Los Blancos, Rabu (9/9/2026) dini hari WIB.
Real Madrid memang keluar sebagai pemenang, tetapi pertandingan di Santiago Bernabeu berlangsung terbuka hingga menit-menit akhir. Mourinho bahkan menilai skor pertandingan bisa saja berubah menjadi jauh lebih besar jika sejumlah peluang berhasil dimaksimalkan.
Los Blancos sebenarnya memasuki pertandingan dengan sejumlah persoalan di skuad. Bernardo Silva, Arda Guler dan Eduardo Camavinga absen karena skorsing, sedangkan Eder Militao, Ferland Mendy, Raul Asencio dan Rodrygo tidak tersedia akibat cedera.
Kondisi Real Madrid semakin terbatas karena Aurelien Tchouameni, Endrick dan Thiago Pitarch belum berada dalam kondisi kebugaran penuh. Namun, situasi tersebut tidak menghalangi mereka untuk tampil efektif ketika mendapatkan kesempatan.
Real Madrid mampu memanfaatkan dua kesalahan Inter pada 25 menit pertama. Kylian Mbappe membuka keunggulan setelah Curtis Jones melakukan kesalahan umpan yang membuat pertahanan Inter berada dalam masalah.
Tidak lama kemudian, Federico Valverde menggandakan keunggulan setelah Josep Martinez melakukan kesalahan saat mencoba menggiring bola di dalam kotak penalti sendiri. Dua gol tersebut membuat Real Madrid unggul 2-0 meski Inter mampu menguasai permainan dalam sejumlah periode.
Mourinho mengakui hasil akhir 2-1 memberikan tiga poin penting bagi Real Madrid. Namun, dia menilai pertandingan tersebut sangat menghibur bagi penonton dan penuh peluang dari kedua tim.
“Saya menyukai hasilnya, tiga poin pada pertandingan pembuka melawan tim yang sangat kuat, tetapi pertandingan ini spektakuler bagi siapa pun yang menontonnya di rumah, hanya saja tidak bagi saya atau Cristian Chivu,” kata Mourinho kepada Sky Sport Italia.
Menurut Mourinho, jalannya pertandingan begitu terbuka hingga berbagai kemungkinan skor bisa terjadi. Real Madrid memiliki peluang untuk memperlebar jarak, sementara Inter juga beberapa kali hampir mencetak gol tambahan.
“Pertandingan ini gila. Bisa saja 5-0 untuk kami, 5-5, 7-6, 5-6, pertandingan dengan begitu banyak peluang. Inter kuat, sulit bagi lini tengah kami untuk menutup mereka saat bertahan dalam, tetapi kami bisa saja mengakhiri pertandingan pada skor 3-0 sebelum turun minum,” ujar Mourinho.
Peluang Real Madrid terus berdatangan. Jude Bellingham memiliki kesempatan untuk mencetak gol, sedangkan Inter juga menghasilkan sejumlah peluang yang membuat pertandingan tetap terbuka sampai peluit akhir.
“Kami memiliki peluang lain melalui Bellingham, Inter juga bisa mencetak beberapa gol. Pertandingan terbuka sampai akhir, hanya sebuah pertandingan sepak bola yang gila,” kata Mourinho.
Mourinho juga memberikan pembelaan kepada Mbappe yang sempat mendapat sorakan dari sebagian penonton. Penyerang asal Prancis tersebut sebelumnya mendapat kritik karena dinilai terlalu sering mengambil keputusan sendiri dan kurang membantu rekan setim.
“Mbappe bekerja sangat keras, dia mencetak gol penting, memiliki dua atau tiga peluang yang biasanya dia konversi, tetapi saya tidak khawatir, karena dia akan selalu mencetak gol. Dia tentu akan kembali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Champions musim ini, dan dia bekerja sangat keras untuk tim, jadi saya sangat puas,” kata Mourinho.
Pertandingan tersebut juga menjadi momen emosional bagi Mourinho dan Chivu. Keduanya pernah bekerja sama di Inter ketika klub asal Italia itu meraih treble pada 2010. Chivu ketika itu merupakan salah satu bek dalam skuad Mourinho.
“Kami berpelukan sebelum pertandingan, berpelukan setelahnya, dia tahu apa yang saya rasakan tentang dia, saya tahu apa yang dia rasakan tentang saya. Selama 90 menit, Anda melupakan semuanya, tetapi sekarang jika kami memiliki kesempatan untuk bertemu, kami akan berbicara,” tutur Mourinho.
Mourinho kini akan menghadapi pertemuan emosional lainnya. Dia dijadwalkan kembali ke Stadio Olimpico untuk menghadapi Roma di Liga Champions, klub yang pernah memecatnya.
“Musim lalu itu Chelsea dan klub saya yang lain, hal seperti ini terjadi. Saya tidak bisa menyembunyikannya, Roma di Roma, itu pertama kalinya saya kembali ke sana. Tentu saja, ini akan emosional, tetapi hanya sebelum dan sesudah pertandingan, selama pertandingan saya memakai penutup mata,” ucap Mourinho.
Ketika ditanya alasan Presiden Real Madrid Florentino Perez begitu bertekad membawanya kembali, Mourinho kembali mengeluarkan pernyataan khasnya.
“Karena situasinya sulit. Jika mudah, itu bukan untuk saya. Jika sulit, Anda panggil Jose.”
Editor: Reynaldi Hermawan