MU Kebobolan 6 Gol dalam 3 Laga, Carrick Diminta Sulap Bek Rp1,4 Triliun Main di Posisi Baru
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United kembali menunjukkan rapuhnya lini belakang setelah ditahan Everton 2-2 di Hill Dickinson Stadium, Minggu (6/9/2026) malam WIB. Leny Yoro berpeluang mendapatkan peran baru untuk memperbaiki pertahanan Setan Merah.
Hasil tersebut memperpanjang start mengecewakan Manchester United di Premier League. Dalam tiga pertandingan pertama musim ini, The Red Devils selalu kebobolan dua gol sehingga total sudah enam gol bersarang di gawang mereka.
Masalah pertahanan sebenarnya sudah terlihat saat Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town di Old Trafford. Meski mampu mencetak lima gol, lini belakang tetap melakukan sejumlah kesalahan yang membuat lawan mendapatkan peluang dan mencetak gol.
Kini, persoalan tersebut menjadi semakin mendesak karena Manchester United akan menghadapi Manchester City di Old Trafford pada pekan berikutnya. Laga tersebut akan menjadi ujian berat bagi pertahanan tim.
Manchester City juga datang dengan modal sempurna setelah meraih tiga kemenangan dari tiga pertandingan Premier League. Meski Pep Guardiola telah pergi pada musim panas, tim tersebut tetap terlihat kuat di bawah pelatih baru Enzo Maresca.
Kondisi tersebut membuat pembenahan lini belakang menjadi pekerjaan penting bagi Michael Carrick. Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah memberikan kesempatan lebih besar kepada Yoro.
Situasi lini belakang Manchester United cukup menarik. Tiga dari empat pemain belakang yang tampil melawan Everton merupakan pemain yang sudah direkrut klub pada 2019 atau sebelumnya, sedangkan Lisandro Martinez menjadi pemain paling baru di antara kuartet tersebut setelah bergabung pada 2022.
Kontinuitas memang dapat membantu membangun pertahanan yang solid. Namun, kondisi tersebut juga memperlihatkan persoalan dalam perekrutan pemain belakang Manchester United dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah pemain yang didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan justru belum mampu mengamankan posisi utama secara konsisten. Matthijs de Ligt masih berkutat dengan masalah kebugaran, sedangkan Noussair Mazraoui belum menunjukkan performa yang cukup stabil untuk menjadi pilihan utama.
Manchester United juga sempat berusaha mencari pesaing serius bagi Luke Shaw di posisi bek kiri pada bursa transfer musim panas. Artinya, masalah di lini belakang sudah menjadi perhatian klub.
Salah satu pemain yang paling berpotensi frustrasi dengan situasi tersebut adalah Yoro. Bek asal Prancis itu datang ke Old Trafford pada musim panas 2024 setelah menolak Real Madrid.
Manchester United mengeluarkan 59 juta pounds untuk mendatangkan Yoro dari Lille atau sekitar Rp1,4 triliun.
Ketika bergabung, Yoro baru berusia 18 tahun. Namun, dia sudah dipandang sebagai salah satu talenta bertahan muda terbaik di dunia dan diyakini mampu berkembang menjadi pemain penting Manchester United.
Kini berusia 20 tahun, Yoro telah mencatatkan 41 penampilan sebagai starter untuk Manchester United dalam dua tahun. Namun, posisinya dalam persaingan justru berada di belakang Martinez dan Harry Maguire.
Situasi Yoro bahkan bisa semakin sulit jika De Ligt kembali bugar. Bek asal Prancis tersebut berpotensi kembali turun dalam urutan pilihan utama apabila tidak ada perubahan dalam komposisi pertahanan.
Carrick sebenarnya memiliki opsi lain. Yoro bisa diberikan kesempatan bermain sebagai bek kanan untuk mengisi posisi yang ditempati Diogo Dalot.
Dalot selama beberapa musim terakhir menjadi pemain yang mendapat respons beragam dari pendukung Manchester United. Dia pernah tampil bagus, tetapi juga beberapa kali menunjukkan performa yang membuat fans kecewa.
Salah satu penampilan yang mendapat sorotan terjadi ketika menghadapi Everton. Pemain asal Portugal tersebut memulai pertandingan dengan kurang meyakinkan dan bahkan beruntung tidak menerima kartu kuning setelah menarik kaus Tyrique George pada awal laga.
Dalot memang tampil lebih baik seiring berjalannya pertandingan. Namun, performanya di Merseyside tetap membuat sebagian pendukung Manchester United tidak puas.
Yoro kemudian masuk menggantikan Dalot pada menit-menit akhir pertandingan melawan tim asuhan David Moyes. Pergantian tersebut membuat total menit bermainnya di Premier League musim ini menjadi 22 menit.
Situasi itu bisa menjadi alasan bagi Carrick untuk mempertimbangkan Yoro sebagai starter di posisi bek kanan. Secara karakteristik, Yoro memiliki kemampuan bertahan, kekuatan fisik, serta kecepatan yang dapat membantu mengatasi winger lawan.
Perpindahan posisi tersebut juga bisa menjadi jalan bagi Yoro untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak tanpa harus langsung menggeser Martinez atau Maguire dari posisi bek tengah.
Manchester United tentu tidak mengeluarkan hampir £60 juta atau sekitar Rp1,4 triliun untuk seorang pemain muda hanya agar dia mendapatkan menit bermain terbatas. Yoro didatangkan dengan ekspektasi besar dan dianggap memiliki potensi menjadi bintang masa depan.
Dengan pertahanan Manchester United yang sudah kebobolan enam gol dalam tiga laga Premier League, Carrick memiliki alasan kuat untuk mencari formula baru.
Yoro kini memiliki kesempatan untuk membuktikan dirinya. Jika Carrick berani memberinya peran sebagai bek kanan sejak awal, eksperimen tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pertahanan Manchester United sekaligus membuka jalan bagi sang bek muda menuju posisi reguler.
Editor: Reynaldi Hermawan