MU Siap Pecahkan Tradisi 30 Tahun, Efek Instan Michael Carrick Guncang Old Trafford
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United bersiap melakukan langkah tidak biasa yang nyaris tiga dekade tidak pernah terjadi. Momen ini terjadi menyusul lonjakan performa tim sejak Michael Carrick mengambil alih kursi pelatih pada musim Premier League 2025-2026.
Atmosfer di Old Trafford berubah drastis setelah Carrick ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Ruben Amorim yang didepak pada awal Januari. Pria kelahiran Newcastle itu langsung menghadirkan hasil nyata di atas lapangan.
Di bawah kendalinya, Manchester United mencatat kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam Derby Manchester, lalu menang dramatis 3-2 di markas Arsenal, Emirates Stadium. Dua hasil besar itu membawa Setan Merah naik ke posisi empat klasemen sementara.
Performa impresif tersebut memantik pujian dari legenda klub Gary Neville. Mantan kapten Manchester United itu mengaku terkesan dengan perubahan signifikan yang ditunjukkan tim.
Gary Neville menyampaikan pendapatnya dalam The Gary Neville Podcast usai laga di London Utara, Minggu (25/1). Dia menyoroti transformasi gaya bermain yang terjadi dalam waktu singkat.
Neville menilai perubahan terlihat dari “intensitas, kerapatan antar lini, agresivitas bertahan, kemauan seluruh pemain turun membantu pertahanan, serta ketangguhan saat menghadapi momen sulit dalam pertandingan.”
Manchester United kini bersiap menghadapi laga kandang kontra Fulham pada 1 Februari, sebelum menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada 7 Februari. Rangkaian laga tersebut menjadi ujian lanjutan konsistensi era Carrick.
Kontrak Carrick saat ini hanya berlaku hingga akhir musim. Namun, jika tren positif berlanjut, dorongan agar dia dipertahankan sebagai pelatih kepala diprediksi semakin kuat.
Situasi tersebut membuka peluang terjadinya rencana bersejarah pada pramusim 2026. Laporan The Sun menyebut Manchester United tengah menyusun agenda tur pramusim langka ke Skandinavia, sesuatu yang tidak dilakukan hampir 30 tahun.
Setan Merah disebut mengincar laga persahabatan di Helsinki, Finlandia, serta Gothenburg, Swedia. Manchester United terakhir kali bermain di Helsinki pada 1965 saat menghadapi HJK Helsinki di ajang European Cup.
Sementara itu, penampilan terakhir di Gothenburg terjadi pada 2016 ketika Manchester United melawan Galatasaray dalam laga uji coba. Tur resmi terakhir ke Skandinavia tercatat pada 1998 saat klub masih ditangani Sir Alex Ferguson.
Rencana ini muncul seiring keterbatasan tur ke Amerika Serikat. Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hingga 19 Juli membuat opsi tersebut tidak memungkinkan.
Jika terealisasi, tur Skandinavia bakal menjadi simbol kebangkitan Manchester United di era baru, sekaligus menandai langkah berani yang belum pernah dilakukan klub sejak akhir 1990-an.
Editor: Reynaldi Hermawan