Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Antonio Conte Sepakat Jadi Pelatih MU? Posisi Carrick Makin Panas
Advertisement . Scroll to see content

MU Terpuruk, Pengakuan Michael Carrick kepada Nicky Butt Jadi Sorotan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:00:00 WIB
MU Terpuruk, Pengakuan Michael Carrick kepada Nicky Butt Jadi Sorotan
Nicky Butt mengungkap Michael Carrick sempat enggan melatih sebelum menerima tawaran Manchester United (Foto: MU)
Advertisement . Scroll to see content

MANCHESTER, iNews.id - Michael Carrick ternyata sempat enggan kembali menekuni dunia kepelatihan sebelum Manchester United datang menawarkan pekerjaan. Pengakuan tersebut diungkap mantan rekan setimnya, Nicky Butt, di tengah tekanan yang kini membayangi Carrick setelah awal musim 2026-2027 yang mengecewakan.

Carrick ditunjuk sebagai pelatih sementara Manchester United pada Januari 2026 setelah klub berpisah dengan Ruben Amorim. Awalnya, penunjukan mantan gelandang Setan Merah itu dipandang sebagai solusi jangka pendek untuk menyelamatkan musim.

Namun, Carrick justru mampu membawa Manchester United finis di posisi ketiga Liga Inggris dan kembali ke Liga Champions. Dia mencatat 12 kemenangan dari 17 pertandingan terakhir di kompetisi tersebut, sebuah pencapaian yang membuat manajemen memberinya kontrak berdurasi dua tahun.

Harapan besar menyambut musim baru pun muncul setelah keberhasilan itu. Akan tetapi, situasi berubah cepat ketika Manchester United hanya mengoleksi enam poin dari enam pertandingan pertama Liga Inggris 2026-2027.

Hasil imbang melawan Tottenham Hotspur yang bermain dengan 10 orang semakin menambah tekanan terhadap Carrick. Gol penyama kedudukan Dominic Solanke pada masa tambahan waktu membuat Manchester United gagal mengamankan kemenangan di Old Trafford.

Pengakuan Carrick kepada Nicky Butt

Butt mengungkapkan Carrick sebenarnya tidak berniat kembali menjadi pelatih setelah dipecat Middlesbrough pada Juni 2025. Menurut Butt, dalam percakapan sebelum menerima pekerjaan di Manchester United, Carrick sempat menyatakan hanya tertarik menangani klub yang benar-benar besar.

“Saya bersama Michael [Carrick] sebelum dia mendapatkan pekerjaan di Man United, dan saya berbicara dengannya tentang kepelatihan. Dia berkata: 'Bukan untuk saya, ini terlalu berat, pikiran saya kacau. Saya hanya akan melakukannya untuk pekerjaan besar, dan itu adalah Man United',” kata Butt dalam podcast The Good, The Bad & The Football.

Butt kemudian menilai Manchester United yang kini ditangani Carrick sudah berbeda dibandingkan klub yang dikenal mantan gelandang tersebut saat masih bermain. Dia juga menyinggung sejumlah legenda klub, termasuk Ole Gunnar Solskjaer, yang menurutnya tidak akan menolak kesempatan menangani Setan Merah.

Sejak Sir Alex Ferguson meninggalkan Old Trafford pada 2013, Manchester United berulang kali menghadapi persoalan stabilitas. Pergantian pelatih dan masalah dalam pengelolaan klub terus menjadi sorotan, sementara awal musim kali ini kembali memperlihatkan kesulitan mereka di lapangan.

Masalah Skuad dan Performa Pemain Menambah Tekanan

Performa Manchester United pada dua bulan pertama musim 2026-2027 tidak sesuai harapan. Salah satu faktor yang disorot adalah aktivitas klub di bursa transfer musim panas, yang dinilai belum memenuhi seluruh kebutuhan Carrick.

Carrick menginginkan tambahan pemain di beberapa posisi. Namun, Manchester United disebut lebih banyak memperkuat lini tengah dengan mendatangkan Carlos Baleba, Andrey Santos, dan Youri Tielemans.

Kondisi tersebut membuat Carrick masih kekurangan pilihan di posisi bek kiri dan penyerang tengah. Keterbatasan komposisi skuad pun menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih yang sedang berusaha menjaga performa tim di tengah jadwal kompetisi yang padat.

Selain persoalan transfer, daya jelajah pemain Manchester United juga menjadi perhatian. Tim asuhan Carrick hanya menempuh total 111,9 kilometer dalam enam pertandingan pertama Liga Inggris musim ini, angka yang menempatkan mereka sebagai tim dengan jarak tempuh terendah kelima di kompetisi tersebut.

Dalam pertandingan melawan Tottenham, Manchester United bahkan berlari hampir lima kilometer lebih sedikit dibandingkan lawannya. Keunggulan jumlah pemain setelah Tottenham kehilangan satu pemain pun tidak cukup untuk memastikan kemenangan bagi tuan rumah.

Hasil tersebut memperpanjang periode sulit Manchester United. Mereka kini tanpa kemenangan dalam empat pertandingan terakhir di seluruh kompetisi, sehingga tekanan terhadap Carrick semakin meningkat.

Tantangan berikutnya juga tidak ringan. Manchester United dijadwalkan bertandang ke markas Atletico Madrid pada Rabu (14/10/2026) dalam lanjutan Liga Champions. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Carrick untuk merespons kritik sekaligus berusaha menghentikan tren negatif timnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut