Nasib Luciano Spalletti di Juventus Terancam! Catatan Lebih Buruk dari Igor Tudor yang Dipecat
TURIN, iNews.id – Masa depan Luciano Spalletti sebagai pelatih Juventus mulai menjadi sorotan tajam. Performa buruk Bianconeri pada awal Liga Italia 2026-2027 menghadirkan fakta mengkhawatirkan. Catatan Spalletti ternyata lebih buruk dibandingkan Igor Tudor ketika menangani klub tersebut pada periode yang sama musim lalu.
Tekanan terhadap Spalletti semakin besar setelah Juventus dipermalukan Lazio dengan skor telak 0-3 di Allianz Stadium, Turin, Senin (19/10/2026) dini hari WIB. Kekalahan memalukan di kandang sendiri membuat para pendukung Bianconeri meluapkan kekecewaan melalui sorakan dan siulan keras.
Hasil tersebut memperpanjang masalah Juventus yang belum menemukan konsistensi pada awal musim. Dari tujuh pertandingan Serie A, klub berjuluk Si Nyonya Tua itu baru mengumpulkan 11 poin hasil tiga kemenangan, dua kali imbang, dan dua kekalahan.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena Juventus kini tertinggal delapan poin dari Inter Milan dan Lazio yang sama-sama memimpin klasemen dengan koleksi 19 angka. Jarak tersebut menjadi gambaran beratnya pekerjaan Spalletti untuk mengembalikan Juventus ke persaingan papan atas.
Namun, persoalan terbesar Spalletti bukan sekadar kekalahan dari Lazio ataupun posisi Juventus di klasemen. Perbandingan performa dengan pendahulunya, Igor Tudor, justru menghadirkan tekanan tambahan bagi pelatih berusia 67 tahun tersebut.
Pada tujuh pertandingan pertama Serie A 2025-2026, Juventus masih ditangani Igor Tudor. Pelatih asal Kroasia itu mampu mengumpulkan 12 poin dari tiga kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan.
Artinya, Juventus era Spalletti saat ini tertinggal satu poin dibandingkan pencapaian Tudor pada tahap kompetisi yang sama. Bianconeri juga mengalami satu kekalahan lebih banyak daripada musim sebelumnya.
Perbandingan tersebut menjadi perhatian karena Tudor akhirnya kehilangan pekerjaannya setelah pertandingan kedelapan Serie A musim lalu. Ketika itu, Juventus hanya mengoleksi 12 poin dari delapan pertandingan.
Tudor dipecat setelah Juventus kalah 0-1 dari Lazio pada pekan kedelapan Liga Italia 2025-2026. Kekalahan tersebut menjadi akhir masa kepemimpinannya meski catatan poin Juventus saat itu masih lebih baik dibandingkan pencapaian Spalletti sekarang.
Luciano Spalletti kemudian dipercaya menggantikan Tudor pada 30 Oktober 2025. Hampir satu tahun setelah penunjukan tersebut, dia justru menghadapi persoalan serupa dengan pendahulunya.
Perbedaan kondisi Juventus musim ini dengan periode terakhir Tudor juga terlihat dari jarak terhadap pemuncak klasemen. Pada pekan ketujuh musim lalu, Bianconeri hanya tertinggal empat poin dari posisi teratas.
Kini, selisih tersebut membengkak menjadi delapan poin. Kondisi ini menunjukkan Juventus membutuhkan peningkatan hasil secara signifikan apabila ingin kembali bersaing dengan tim-tim teratas Serie A.
Kekalahan dari Lazio asuhan Gennaro Gattuso turut memperlihatkan masalah Juventus dalam menghadapi tim yang sedang tampil konsisten. Tiga gol Lazio dicetak Oliver Provstgaard, Gustav Isaksen, dan Fisayo Dele-Bashiru.
Di sisi lain, Spalletti harus menghadapi kekecewaan para pendukung Juventus yang menyaksikan tim kesayangannya kembali gagal meraih hasil positif. Siulan keras di Allianz Stadium menjadi bukti meningkatnya ketidakpuasan terhadap performa Bianconeri.
Situasi tersebut menempatkan Spalletti dalam posisi sulit. Dia dituntut segera memperbaiki performa Juventus, terutama setelah catatan awal musim menunjukkan hasil yang lebih buruk dibandingkan era Tudor sebelum pemecatannya.
Meski demikian, belum ada keputusan resmi dari manajemen Juventus mengenai masa depan Spalletti. Perbandingan dengan Tudor menjadi peringatan serius, bukan kepastian pelatih asal Italia tersebut akan mengalami nasib serupa.
Kini, Juventus membutuhkan respons cepat untuk menghentikan tren negatif dan memangkas ketertinggalan dari Inter Milan serta Lazio. Kemampuan Spalletti membenahi performa tim bakal menjadi sorotan dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Editor: Abdul Haris