Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Liga Italia: AC Milan Makin Ganas, Juventus Bangkit dari Keterpurukan!
Advertisement . Scroll to see content

Paolo Maldini Ungkap 2 Pemain Paling Sulit Dihentikan, Bukan Van Basten atau Zidane

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:00:00 WIB
Paolo Maldini Ungkap 2 Pemain Paling Sulit Dihentikan, Bukan Van Basten atau Zidane
Paolo Maldini mengungkap dua lawan yang sulit dihentikan (Foto: Sempre Milan)
Advertisement . Scroll to see content

MILAN, iNews.id - Paolo Maldini menyebut Diego Maradona dan Ronaldo Nazario sebagai dua pemain paling sulit dihadapi sepanjang kariernya sebagai bek legendaris AC Milan dan Timnas Italia. Pengakuan tersebut memperlihatkan betapa besarnya kualitas dua ikon sepak bola dunia yang pernah bersinar di kompetisi Serie A.

Maldini dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Sepanjang kariernya bersama AC Milan dan Timnas Italia, dia mampu bermain sebagai bek kiri maupun bek tengah dengan kemampuan membaca permainan yang luar biasa.

Keunggulan Maldini bukan hanya terletak pada kekuatan bertahan. Dia memiliki ketenangan, penempatan posisi yang akurat, serta kemampuan mengantisipasi pergerakan lawan sebelum ancaman berkembang menjadi peluang berbahaya.

Kemampuan tersebut membuat Maldini mampu menghadapi banyak penyerang kelas dunia. Pada era keemasan sepak bola Italia, dia berhadapan dengan sejumlah nama besar, termasuk Roberto Baggio, Marco van Basten, Zinedine Zidane, dan Michel Platini.

Namun, ketika diminta menyebut lawan yang paling merepotkan, Maldini mengarahkan pilihannya kepada dua pemain dengan karakter permainan berbeda. Maradona dikenal lewat kreativitas dan kemampuan menggiring bola, sedangkan Ronaldo Nazario memiliki kecepatan, kekuatan fisik, serta ketajaman di depan gawang.

Dalam wawancara dengan Bild yang dikutip Goal, Maldini secara terbuka menyebut dua pemain tersebut sebagai lawan paling berat yang pernah dia hadapi.

“Saya beruntung bisa bermain melawan Maradona. Dia dan Ronaldo, saat bermain untuk Inter Milan, adalah lawan tersulit saya.”

Pengakuan itu menarik karena Maldini pernah menghadapi sederet pemain elite dalam persaingan sepak bola Italia maupun panggung internasional. Meski memiliki pengalaman panjang menghadapi penyerang kelas dunia, dia secara khusus menyoroti kualitas Maradona dan Ronaldo.

Ronaldo Nazario Punya Kecepatan, Kekuatan, dan Ketajaman

Ronaldo Nazario merupakan salah satu penyerang paling mematikan pada masa puncak kariernya. Penyerang asal Brasil tersebut dikenal memiliki kemampuan komplet sebagai ujung tombak, mulai dari menggiring bola melewati pemain bertahan hingga menyelesaikan peluang dengan berbagai cara.

Cedera berulang memang menghambat perjalanan karier Ronaldo. Namun, kualitasnya ketika berada dalam kondisi terbaik tetap membuat dia menjadi ancaman besar bagi pertahanan lawan. Kecepatan, teknik, dan insting mencetak gol menjadikannya sosok yang sulit dihentikan.

Sepanjang karier klubnya, Ronaldo mencatatkan 234 gol dan 55 assist dalam 330 penampilan. Statistik tersebut menggambarkan kontribusinya sebagai pencetak gol sekaligus pemain yang mampu menciptakan peluang bagi rekan setim.

Salah satu keunggulan Ronaldo adalah kombinasi kemampuan teknis dan kekuatan fisik. Dia mampu melewati bek dengan akselerasi tinggi, tetapi juga dapat menggunakan tubuhnya untuk melindungi bola ketika berhadapan langsung dengan pemain bertahan.

Ronaldo pernah memperkuat Inter Milan pada periode 1997 hingga 2002. Pada masa tersebut, dia menjadi salah satu pemain yang paling diperhitungkan di Serie A, termasuk oleh Maldini yang menjadi bagian penting pertahanan AC Milan.

Maradona Sulit Dihentikan Berkat Kontrol Bola dan Kreativitas

Berbeda dengan Ronaldo, Diego Maradona lebih dikenal sebagai pemain kreatif yang mampu mengendalikan permainan dari area tengah hingga mendekati pertahanan lawan. Bersama Napoli, legenda Argentina tersebut memperlihatkan kemampuan menggiring bola, visi permainan, dan teknik individu yang membuat lawan kesulitan merebut penguasaan bola.

Maradona memiliki pusat gravitasi tubuh yang rendah, kontrol bola rapat, serta pergerakan kaki yang cepat. Kombinasi tersebut membuat dia mampu melewati lawan dalam ruang sempit sekaligus membuka peluang bagi rekan setim.

Kaki kirinya yang kuat juga menjadi senjata penting. Maradona mampu menciptakan peluang melalui umpan-umpan kreatif, melakukan penetrasi, dan mencetak gol dalam situasi yang sulit diprediksi pertahanan lawan.

Pengaruh Maradona tidak terbatas pada kemampuan teknis. Dia juga dikenal sebagai pemimpin di lapangan yang mampu mengangkat performa tim. Salah satu pencapaian terbesarnya terjadi pada Piala Dunia 1986, ketika dia memainkan peran sentral dalam keberhasilan Argentina meraih gelar juara.

Maradona mencatatkan 159 gol dan 107 assist dalam 343 pertandingan sepanjang kariernya di level klub. Catatan tersebut memperlihatkan kontribusinya sebagai pencetak gol sekaligus kreator serangan.

Pilihan Maldini terhadap Maradona dan Ronaldo memperlihatkan dua bentuk ancaman berbeda yang harus dihadapi seorang bek. Maradona mampu membongkar pertahanan melalui kreativitas dan kontrol bola, sementara Ronaldo mengandalkan perpaduan kecepatan, kekuatan, dan penyelesaian akhir.

Keduanya memiliki tempat tersendiri dalam sejarah sepak bola. Pengakuan Maldini semakin menegaskan reputasi Maradona dan Ronaldo sebagai pemain yang memberikan tantangan luar biasa bagi para pemain bertahan pada era mereka.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut