Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pelatih Singapura Tak Sabar Hadapi Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
Advertisement . Scroll to see content

Pelatih Singapura Bicara Tekanan Masuk Grup Neraka Bareng Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:00:00 WIB
Pelatih Singapura Bicara Tekanan Masuk Grup Neraka Bareng Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Pelatih Singapura Gavin Lee berbicara tekanan masuk grup neraka bareng Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 (Foto: FAS)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idPelatih Singapura Gavin Lee menegaskan timnya tidak gentar meski tergabung satu grup dengan Timnas Indonesia dan Vietnam di Piala AFF 2026. Baginya turnamen ini krusial sebagai jalur persiapan menuju Piala Asia 2027.

Hasil undian menempatkan Singapura di grup berat yang langsung menyita perhatian publik Asia Tenggara. The Lions harus bersaing dengan Timnas Indonesia, Vietnam, Kamboja, serta pemenang laga play off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Grup ini langsung dilabeli sebagai grup neraka karena dihuni dua kekuatan besar kawasan. Namun situasi tersebut tidak membuat Gavin Lee mundur selangkah pun dalam menyusun target timnya.

Lee mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan. Meski begitu, dia menilai tekanan tinggi justru menjadi kebutuhan penting bagi Singapura dalam proses pembentukan tim menuju level Asia.

“Ini akan sulit. Namun, sebelum undian pun kami sudah tahu bahwa turnamen ini akan berat. Tidak akan ada pertandingan atau grup yang mudah,” kata Lee di Jakarta, dikutip Sabtu (17/1/2026).

Singapura Cari Tekanan, Bukan Jalan Aman

Pelatih berusia 35 tahun itu menegaskan timnya memang membutuhkan lawan-lawan kuat seperti Timnas Indonesia dan Vietnam. Menurutnya, atmosfer kompetitif di Piala AFF 2026 sejalan dengan misi jangka panjang Singapura.

“Sebagai bagian dari persiapan kami menuju Piala Asia, kami ingin mendapat tekanan, ingin diuji, dan ingin berada di situasi yang tidak nyaman. Saya rasa hasil undian ini benar-benar memenuhi beberapa tujuan tersebut dan memungkinkan kami mempersiapkan diri dengan lebih serius,” sambungnya.

Alih-alih memasang target tinggi di klasemen akhir, Lee memilih pendekatan realistis. Fokus utama Singapura diarahkan pada konsistensi performa di setiap pertandingan.

“Setiap kompetisi yang kami ikuti, setiap pertandingan yang kami jalani, semuanya tentang fokus pada satu laga demi satu laga. Itu adalah prinsip kami—satu hari pada satu waktu, satu sesi latihan pada satu waktu, satu pertandingan pada satu waktu,” ucapnya.

Pendekatan tersebut tetap dibarengi ambisi meraih hasil maksimal di setiap kesempatan. Lee menegaskan setiap laga selalu ditargetkan berakhir dengan poin penuh.

“Di setiap laga yang kami mainkan, setiap kali kami melangkah ke lapangan, kami ingin membawa pulang tiga poin. Itulah fokus kami. Jika kami melakukan lebih banyak hal dengan benar daripada yang salah, mari kita lihat sejauh mana kami bisa melangkah,” ucap Lee.

Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang. Turnamen ini tetap menggunakan format round robin di fase grup.

Setiap tim akan memainkan empat pertandingan dengan rincian dua laga kandang dan dua laga tandang. Format ini menuntut konsistensi tinggi sejak laga pembuka, terutama bagi tim-tim yang berada di grup berat seperti Singapura, Timnas Indonesia, dan Vietnam.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut