Pemain Liga Inggris Dihantui Cedera Otot Jika Kompetisi Dipaksa Selesai 30 Juni

Reynaldi Hermawan ยท Senin, 23 Maret 2020 - 10:00 WIB
Pemain Liga Inggris Dihantui Cedera Otot Jika Kompetisi Dipaksa Selesai 30 Juni

Premier League dituntut rampung digelar pada 30 Juni mendatang. (Foto: Premier League)

LONDON, iNews.id – Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) meminta liga-liga domestik rampung digelar pada 30 Juni mendatang. Tapi jika itu yang terjadi, para pemain Liga Inggris Premier League terancam dilanda cedera otot parah.

Liga kasta tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth II itu sedang ditangguhkan sampai setidaknya 30 April akibat pandemi virus corona. Jika penyebaran virus terhenti, kempetisi akan kembali bergulir awal Mei.

Itu artinya, Premier League hanya punya waktu dua bulan untuk menyelesaikan musim yang tersisa. Dengan begitu, klub-klub Inggris dituntut menggelar pertandingan dua sampai tiga dalam sepekan agar liga selesai sesuai jadwal dan terhindar dari kerugian finansial dan hukum.

Melansir Daily Mail, Dokter Premier League tidak setuju dengan rencana tersebut karena berdampak negatif kepada kebugaran pemain. Penggawa di tiap klub terancam mendapat masalah di otot terutama cedera hamstring dan pangkal paha jika tenaganya terlalu diforsir.

“Ini tugas berat untuk bermain Sabtu, Rabu, Sabtu dalam periode waktu yang singkat. Memang itu bisa dilakukan. Namun akan ada peningkatan risiko cedera pemain, tak bisa diragukan lagi,” kata seorang dokter kepada Daily Mail.

“Pemain yang kuat mampu mengatasi jadwal padat. Tetapi beberapa pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan kebugaran setelah bertanding. Apalagi mereka yang memiliki riwayat cedera atau baru saja pulih. Itu akan lebih rentan,” ujarnya.

Sebagai contoh, sangat tidak mungkin memainkan penyerang Tottenham Hotspur Harry Kane (hamstring) dan striker Manchester United Marcus Rashford (punggung), yang baru kembali dari cedera jangka panjang diminta bermain tiga pertandingan sepekan. 


Editor : Abdul Haris