Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Ramai ke Super League, Ini Sikap Tegas PSSI
JAKARTA, iNews.id – Pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berbondong-bondong merapat ke Super League 2025-2026 menjadi sorotan. PSSI menegaskan tidak memiliki hak untuk melarang pilihan tersebut.
Anggota Komite Eksekutif PSSI Arya Sinulingga angkat bicara terkait fenomena tersebut. Dia menyebut keputusan bermain di klub Super League sepenuhnya berada di tangan pemain.
Saat ini tercatat ada tujuh pemain diaspora yang berkarier di Super League 2025-2026. Mereka terdiri dari Jordi Amat, Thom Haye, Eliano Reijnders, Rafael Struick, Jens Raven, Shayne Pattynama, dan Dion Markx.
Dua nama terakhir menjadi sorotan pada bursa transfer paruh musim. Shayne Pattynama resmi bergabung dengan Persija Jakarta setelah sebelumnya memperkuat Buriram United di Thailand.
Shayne Pattynama All Out Antar Persija Ke Puncak Super League
Sementara itu, Dion Markx membuat kejutan dengan memilih Persib Bandung. Dia berlabuh ke klub asal Jawa Barat tersebut setelah meninggalkan NEC Nijmegen U-21.
Menanggapi tren perpindahan tersebut, Arya menegaskan federasi tidak bisa ikut campur dalam keputusan karier pemain naturalisasi Timnas Indonesia.
Dion Markx Ditantang Tembus Tim Utama Persib Sejak Usia Muda, Sanggup?
“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, ini pilihan mereka. Kami tidak bisa tahan mereka. Kami tidak gaji mereka. Mungkin beda kalau kami gaji mereka, pasti bisa diarahkan,” kata Arya, Selasa (27/1/2026).
“Tapi ini soal pilihan mereka dan hak asasi mereka juga, kami tidak bisa tahan,” sambungnya.
Bojan Hodak Bicara Peran Layvin Kurzawa dan Dion Markx di Persib Bandung
Arya menilai meningkatnya kualitas Super League menjadi salah satu faktor utama yang menarik minat pemain diaspora. Menurut dia, kompetisi domestik kini semakin kompetitif.
Komentar Hati-Hati John Herdman usai Pantau Super League
Dia menyinggung keberanian sejumlah klub mendatangkan pemain berpengalaman dari Eropa. Persib Bandung, misalnya, merekrut mantan pemain Paris Saint Germain, Layvin Kurzawa.
“Mungkin karena banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liganya naik sehingga membuat pemain-pemain naturalisasi mau datang,” ucap Arya.
“Tidak hanya pemain naturalisasi, banyak juga pemain top yang mau datang karena kualitas kita,” pungkasnya.
Dengan tren tersebut, Super League 2025-2026 dinilai semakin menarik perhatian publik. Kehadiran pemain diaspora dan pemain top dunia turut mengangkat daya saing kompetisi sepak bola Indonesia.
Editor: Abdul Haris