Penasihat Tim Adhoc: Ini 2 Cara Ampuh Berantas Pengaturan Skor

Reynaldi Hermawan ยท Rabu, 13 Februari 2019 - 17:28 WIB
Penasihat Tim Adhoc: Ini 2 Cara Ampuh Berantas Pengaturan Skor

Komite Adhoc Integritas PSSI akan membantu sebisa mungkin menangani masalah match fixing. (Foto: PSSI)

JAKARTA, iNews.id – Tim penasihat Komite Adhoc Integritas PSSI Badrodin Haiti mengatakan, ada dua cara ampuh untuk memberantas pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Pernyataan itu diungkapkannya pada konferensi pers di Gedung FX, Senayan, Rabu (13/2/2019). Dua hal yang dimaksud yaitu, pendeteksian dini serta pengamatan langsung di lapangan. 
 
Mantan Kapolri Jendral (Purn) itu ditunjuk menjadi penasihat Komite Adhoc bersama dua orang lainnya yaitu Dr. Noor Rachmad, S.H., M.H. (Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum), dan Prof. Dr. Mohammed Saleh (Guru Besar Universitas Airlangga, mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung). 
 
Namun, pada agenda tersebut, Badrodin hadir seorang diri ditemani Ketua Komite Adhoc Ahmad Riyadh. Dalam kesempatan itu, dia mengungkapkan prihatin dengan masalah pengaturan skor yang marak di sepak bola Indonesia. 
 
Badrodin mengungkapkan dengan kapasitasnya saat ini sebagai seorang penasihat Komite Adhoc, akan membantu sebisa mungkin menangani masalah match fixing. Dia juga menegaskan pihaknya bakal sangat bersinergi dengan Satuan Tugas Anti-Mafia Bola. 
 
“Saya menyamakan presepsi, kalau pembentukan Komite Adhoc bukan menghalangi kerja dari Satgas. Sebaliknya, kami justru bekerja sama dengan mereka,” ujarnya.

“Jika nanti setelah kami periksa ada pelanggaran yang mengarah ke pidana, maka akan dilimpahkan ke kepolisian. Namun jika melanggar yudisial PSSI, maka akan diusut Komdis PSSI,” kata Badrodin. 

Menurut Badrodin, pengaturan skor bisa dideteksi secara dini melalui sistem, orang atau juga teknologi.

“Kami akan mendeteksi pelanggaran-pelanggaran kontroversial yang terjadi pada pertandingan. Kemudian yang kedua pengawasan juga sangat penting baik itu di Liga 1, 2 dan 3. Kami tidak ada toleransi untuk pihak-pihak yang melanggar,” tuturnya.  


Editor : Abdul Haris