Pengakuan Materazzi Terkait Tandukan Zidane di Piala Dunia 2006
BERLIN, iNews.id – Mantan bek tim nasional Italia Marco Materazzi membuat pengakuan mengejutkan terkait insiden dirinya dengan eks kapten Prancis Zinedine Zidane di final Piala Dunia 2006. Pada pertandingan yang dihelat di Olympiastadion Berlin itu, Zidane secara sengaja menanduk dada Materazzi hingga diganjar kartu merah.
Kala itu, pertandingan tengah berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga waktu normal usai. Gol Prancis diciptakan Zidane dari titik putih pada menit ke-7 dan bisa dibalas berkat tandukan Materazzi 12 menit kemudian.
Insiden berawal ketika Materazzi menjaga ketat Zidane dan kerap menarik kostum pria yang akrab disapa Zizou itu. Kesal dengan perbuatan Materazzi, Zidane mengungkapkan, “Kalau Anda ingin kostum ini, akan saya berikan nanti di akhir pertandingan,” ujarnya.
Materazzi dengan santai membalas ujaran tersebut, “Saya lebih suka bercinta dengan saudara perempuan Anda,” ujar eks bek Inter Milan tersebut. Tanpa basa-basi, Zidane langsung menanduk Materazzi hingga tersungkur di lapangan.
Wasit yang jeli melihat kejadian tersebut, tak segan mengusir Zizou keluar lapangan pada menit ke-110. Pertandingan akhirnya dilanjutkan dengan adu penalti, dan Gli Azzurri akhirnya keluar sebagai juara setelah menang dengan skor 5-3.
Setelah 12 tahun berlalu, Materazzi akhirnya buka suara mengenai kasus tersebut. Mengejutkannya, dia mengaku memang sengaja menjatuhkan diri dan meronta kesakitan agar Zidane mendapat kartu merah.
“Sejujurnya tandukan Zidane tidak sakit. Tapi saya akan berada di rumput sepanjang malam dan merintih kesakitan agar Zidane diusir keluar lapangan,” kata Materazzi kepada Balalaika.
Barangkali para pendukung Prancis yang mendengar pengakuan Materazzi akan sedikit kesal. Sebab apabila Zidane tidak dikartu merah, tentu cerita bakal berbeda. Namun sumpah serapah yang dikeluarkan para penggemar tak akan mengubah sejarah. Italia tetap berhasil merengkuh trofi Piala Dunia keempat sepanjang sejarah.
Editor: Haryo Jati Waseso