Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ivan Mamut Peringatkan Persija Jakarta! 3 Kemenangan Belum Cukup
Advertisement . Scroll to see content

Penggunaan SUGBK Harus Berkoordinasi dengan PSSI, PUPR dan Inasgoc

Selasa, 20 Maret 2018 - 10:52:00 WIB
Penggunaan SUGBK Harus Berkoordinasi dengan PSSI, PUPR dan Inasgoc
Seorang pekerja lewat di depan Stadion Utama Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu. Stadion ini akan digunakan sebagai salah satu venue pada Asian Games 2018 mendatang. (Foto: dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Keinginan Persija Jakarta menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) sebagai kandang di Liga 1 dan Piala AFC terganjal. Sebab, stadion kebanggaan tanah air itu akan digunakan sebagai venue utama Asian Games 2018.

Muncul polemik yang menegaskan seakan-akan ganjalan itu datang dari Panitia Asian Games 2018 (Inasgoc) semata. Namun, Ketua Inasgoc Erick Thohir membantah hal tersebut.

“Penggunaan SUGBK memang harus dikoordinasikan dengan PSSI, Kementerian PUPR dan Inasgoc,” kata Erick dalam rilis yang diterima iNews.id.  

“Dewan Olimpiade Asia (OCA) kan telah menetapkan SUGBK hanya dipakai untuk pertandingan Atletik dan acara Pembukaan serta Penutupan Asian Games 2018. Apalagi, OCA dengan PSSI, Kementerian PUPR dan INASGOC telah menyepakati keputusan tersebut. Makanya, Persija harus berkoordinasi sebagai persyaratan mutlak penggunaan SUGBK,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) juga mengingatkan, saat pelaksanaan Asian Games 2018 ditiadakan pertandingan olahraga di Indonesia. Sebab, Asian Games adalah event olah raga Indonesia secara menyeluruh.

“Selama Asian Games 2018 ditiadakan kegiatan olahraga. Dan, penggunaan SUGBK bisa diusulkan setelah Asian Games 2018,” kata Erick yang juga masih menjabat Presiden Inter Milan itu.

Secara terpisah, mantan Manajer Persija IGK Manila mengatakan, komitmen Erick Thohir tidak perlu diragukan dalam membangun olahraga.

“Tidak perlu diragukan lagi komitmen Erick Thohir dalam membangun olahraga Indonesia. Dan, saya berharap Erick Thohir sebagai Ketua INASGOC  bisa menggelar Asian Games 2018 dengan sukses seperti yang diharapkan pak Jokowi. Sukses penyelenggaraan, prestasi dan ekonomi,” katanya. 

Menurutnya, salah besar jika Erick dianggap tidak perhatian terhadap Persija, sebab dia sosok penting yang mendukung keuangan Persija saat juara Liga Indonesia 2001.

“Saat saya dipercaya menjadi manajer Persija pertama kali tahun 1997, Erick yang mendukung semua kebutuhan finansial Persija. Dari mulai pembelian pemain, laga kandang maupun laga kandang, semua anggaran saya tinggal minta ke dia,”  ujar Manila yang menjadi manajer Persija era 1997-2007.

“Pemain semahal apapun yang saya ajukan disetujui, bahkan tak jarang Erick memberi masukan pemain yang harus dibeli. Dia mengerti pemain bagus, dan harga tidak jadi masalah karena untuk membentuk Persija yang tangguh,” Manila melanjutkan.

Kini, lanjut Manila, salah kalau ada pihak yang menyatakan Erick Thohir tidak perhatian terhadap Persija. “Sebagai ketua pelaksana Asian Games 2018, tentu dia bertanggungjawab dengan kesuksesan Asian Games. Dia tentu tidak mau ambil risiko jika stadion yang akan digunakan untuk Asian Games 2018 dipakai untuk kepentingan klub dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diiinginkan,” tutur Manila.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut