Penyesalan Presiden Brescia Rekrut Mario Balotelli
BRESCIA, iNews.id - Presiden Brescia Massimo Cellino menyesali keputusannya mendatangkan Mario Balotelli musim ini. Cellino kecewa dengan sikap Balotelli yang dinilai merugikan Brescia.
Brescia mendatangkan Balotelli secara gratis setelah kontraknya bersama Olympique Marseille habis akhir musim lalu. Tak tanggung-tanggung, Brescia memberikan banyak benefit dalam kontrak pemain kebangsaan Italia itu.
Penyerang 29 tahun itu dikabarkan mendapat gaji sebesar 1,5 juta euro (Rp23,6 miliar) per tahun, plus bonus jika dia memenuhi target gol, bermain bagi tim nasional Italia, dan kontrak baru jika berhasil menghindari Brescia dari degradasi.
Faktanya, Balotelli tampil diluar ekspektasi. Sejauh ini, dia baru bisa mencetak lima gol dari 19 laga, sedangkan Brescia terancam degradasi karena berada di dasar klasemen hingga pekan ke-26.
Klub Ini Ingin Duetkan Mario Balotelli dan Zlatan Ibrahimovic
Belum lagi kelakukan kontroversial si pemain yang kerap membuat ulah di dalam maupun luar lapangan. Baru-baru ini, Balotelli membuat Cellino geram karena berencana melakukan Live Instagram dengan bintang porno legendaris asal Italia, Rocco Siffredi.
Beruntung, Cellino bisa menghentikan niat Balotelli. Cellino pun mengakui pembelian Balotelli musim ini adalah sebuah kesalahan yang seharusnya tak terjadi.
Brescia Larang Mario Balotelli Live Instagram dengan Bintang Porno Italia
“Saya memang menginginkan Balotelli. Namun, terbukti pikirannya dangkal dan sikapnya di luar lapangan kekanak-kanakkan,” kata Cellino dikutip dari Football Italia.
Meski begitu, Cellino tak mau sepenuhnya menyalahkan Balotelli. Dia menyorot kebijakan klub yang dinilai kurang tegas dalam menangani pemain bengal.
Balotelli Ingin Lihat Anak Perempuannya Jadi Ultras Napoli
“Namun, saya harus menegaskan jika Mario bukan penyebab Brescia turun ke Serie B. Rasanya berpikir seperti itu. Jika seorang anak tidak sopan, maka yang salah adalah orang tuanya. Dalam hal ini, kami tidak menanganinya dengan baik,” ujarnya.
Editor: Arif Budiwinarto