Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Juventus Siap Bajak Gelandang MU Seharga Rp788 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Penyesalan Terbesar Schmeichel Terburu-buru Tinggalkan MU

Kamis, 02 April 2020 - 10:00:00 WIB
Penyesalan Terbesar Schmeichel Terburu-buru Tinggalkan MU
Peter Schmeichel (foto: Man United)
Advertisement . Scroll to see content

MANCHESTER, iNews.id - Mantan kiper Manchester United (MU), Peter Schmeichel, punya cerita indah bersama skuad The Red Devils saat masih menjadi pemain. Schmeichel menyesal terlalu cepat menyudahi kariernya bersama MU.

Schmeichel pernah membela Setan Merah dalam rentang 1991-99. Selama delapan musim, dia menjadi salah satu sosok sukses saat MU meraih treble winners di musim 1998-99. Saat itu, pria Denmark berhasil mengantarkan MU menjuarai Liga Inggris, Piala FA dan Liga Champions Eropa. 

Final Liga Champions 1998/1999 melawan Bayern Muenchen menjadi laga terakhir Schmeichel berseragam MU. Dia kemudian memutuskan hengkang ke Liga Portugal untuk memperkuat Sporting Lisbon.

Alasan Schmeichel memilih hengkang dari MU adalah faktor usia, saat itu ia sudah menginjak umur 35 tahun. Dia merasa dengan umur yang terbilang tua untuk seorang pesepak bola sulit untuk bisa tampil prima pada setiap laga bersama The Red Devils. 

Setelah meninggalkan MU, Schmeichel masih bermain sampai tahun 2003. Selain Sporting, dia juga pernah memperkuat Aston Villa dan rival sekota MU, Manchester City. 

Kini, lebih dari dua dekade momen emas bersama MU berlalu. Dalam wawancara dengan Talksport, Schmeichel mengaku situasinya saat itu masih memungkinkan dia terus menjaga gawang MU. Namun, dia merasa masa-masa kejayaannya sudah habis.

“Kejadian itu sudah lebih dari 20 tahun yang lalu, dan mengalami banyak fase selama periode tersebut. Saya sebenarnya masih bisa bermain lebih lama di MU pada saat itu, namun untuk menurunkan ego,” kata Schmeichel dikutip dari Talksport.

“Saya terlalu bangga dengan posisi saya di klub. Melihat ke belakang, saya memiliki pemahaman yang berbeda. Saya akui seharusnya saat itu bertahan. Pada awalnya saya tidak terlalu menyesali itu, namun sekarang menyesalinya,” ujarnya.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut