Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Klasemen Liga Champions 2025-2026: Arsenal Kedinginan di Puncak, Real Madrid Menggila, Man City Terancam
Advertisement . Scroll to see content

Pep Guardiola Buka-bukaan Kondisi Man City usai Dibantai Bodo/Glimt di Liga Champions

Rabu, 21 Januari 2026 - 09:09:00 WIB
Pep Guardiola Buka-bukaan Kondisi Man City usai Dibantai Bodo/Glimt di Liga Champions
Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. (Foto> UEFA)
Advertisement . Scroll to see content

BODO, iNews.id – Pep Guardiola buka-bukaan kondisi Manchester City usai dibantai Bodo/Glimt 1-3 di Liga Champions 2025-2026. Hasil ini mempertegas krisis performa sang juara Inggris.

Manchester City tumbang secara mengejutkan saat bertandang ke Aspmyra Stadion, markas Bodo/Glimt, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. The Citizens tampil pincang dan harus bermain dengan 10 orang setelah Rodri mendapat kartu merah di babak kedua.

Kekalahan ini menambah panjang periode sulit Man City di musim 2025-2026. Di Liga Inggris, peluang mempertahankan gelar ikut tergerus setelah mereka melewati empat pertandingan tanpa kemenangan, termasuk kekalahan derby dari Manchester United.

Guardiola menegaskan dirinya tidak pernah meremehkan kekuatan Bodo/Glimt. Dia mengakui kualitas wakil Norwegia tersebut yang musim lalu menembus semifinal Liga Europa.

“Saya tahu seberapa bagus Bodo. Saya tidak meremehkan mereka. Tidak banyak yang saya tahu, tapi mereka mencapai semifinal Liga Europa musim lalu dan itu masih segar dalam ingatan,” kata Guardiola, dikutip The Independent.

Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti absennya banyak pemain penting yang selama ini memberi kestabilan permainan. Kondisi tersebut membuat Man City kehilangan konsistensi dan terlihat rapuh.

“Kami datang tanpa pemain-pemain penting di beberapa sektor yang memberi konsistensi tim. Mereka sedikit rapuh, seperti musim lalu di periode tertentu,” ujar dia.


Desakan Perubahan Cepat di Man City

Guardiola tetap mengapresiasi perjuangan timnya meski kalah jumlah pemain. Namun dia menekankan kebutuhan perubahan segera demi menyelamatkan sisa musim.

“Cara kami bertarung dengan 10 melawan 11, banyak pemain meningkatkan levelnya, tapi kami harus mengubah dinamika dengan cepat untuk laga berikutnya melawan Wolves dan setelah itu pertandingan terakhir melawan Galatasaray,” ucap dia.

Sepanjang 2026, Manchester City hanya meraih kemenangan di Piala FA saat menghadapi Exeter City dan Newcastle. Pada laga kontra Bodo/Glimt, The Citizens bahkan kehilangan 11 pemain senior akibat cedera, sakit, skorsing, dan masalah registrasi.

Guardiola mengakui situasi tim terasa berat. Dia menilai banyak detail kecil terus bergerak ke arah yang salah dan berdampak langsung pada hasil pertandingan.

“Ini kesempatan luar biasa bagi kami dan perasaannya semua yang bisa berjalan salah, memang berjalan salah dalam banyak detail. Itu fakta dan kami harus mencoba mengubahnya,” ujar Guardiola.

Saat menanggapi anggapan Man City tampil datar, Guardiola langsung menolak. Dia justru memberikan pujian penuh kepada performa Bodo/Glimt.

“Saya tidak setuju. Bodo bermain sangat bagus dan kami memberi selamat kepada mereka. Kami tidak bisa mengatakan hal lain,” kata dia.

Dalam laga tersebut, Man City bahkan beruntung tidak kalah dengan skor lebih besar. Dua gol cepat Kasper Hogh di babak pertama dan satu gol indah Jens Petter Hauge membuat Bodo/Glimt dominan. Gol Rayan Cherki tak cukup memberi harapan, terlebih setelah Rodri diusir wasit.

Guardiola juga menolak menyalahkan Rodri yang masih menjalani musim sulit usai pulih dari cedera lutut serius musim lalu.

“Itu situasi sulit. Kami kehilangan bola. Mereka cepat saat transisi dan terkadang kamu bereaksi. Yang kedua sedikit lunak, tapi itu kenyataannya,” tutup Guardiola.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut