Pep Guardiola Ditawari Latih Timnas Italia, Gaji Bukan Lagi Masalah
ROMA, iNews.id – Pep Guardiola mendapat tawaran untuk melatih Timnas Italia dalam proyek besar yang disiapkan hingga Piala Dunia 2030.
Direktur teknik baru Timnas Italia, Paolo Maldini, bersama penasihat khususnya, Leonardo, dilaporkan terbang ke Spanyol. Keduanya menjalani serangkaian pertemuan selama akhir pekan dengan mantan pelatih Manchester City tersebut.
Pertemuan itu membahas kemungkinan Guardiola mengambil alih posisi pelatih Timnas Italia. Dia diharapkan mampu mengakhiri catatan buruk Gli Azzurri yang gagal tampil dalam tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.
Gaji Guardiola sebelumnya diperkirakan menjadi penghalang utama bagi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Namun, laporan Sky Sport Italia menyebut masalah finansial bukan faktor penentu dalam pembicaraan tersebut.
Guardiola disebut lebih tertarik melihat keseriusan proyek yang ditawarkan. Pelatih asal Spanyol itu menginginkan rencana menyeluruh untuk membangun kembali sepak bola Italia, bukan sekadar kontrak dengan nilai besar.
Guardiola belum menutup pintu untuk menerima tawaran tersebut. Keputusan terkait masa depannya diperkirakan keluar dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Italia menawarkan rencana kerja selama empat tahun hingga Piala Dunia 2030. Proyek tersebut juga mencakup UEFA Nations League dan Piala Eropa serta memberi perhatian besar terhadap pembinaan pemain dari tim kelompok usia muda.
Rencana itu dirancang untuk menciptakan jalur berkesinambungan menuju tim senior. Maldini dan Leonardo ingin Guardiola memimpin perubahan menyeluruh setelah rangkaian kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia.
Guardiola memiliki hubungan panjang dengan sepak bola Italia. Dia pernah bermain untuk Brescia dan AS Roma serta mempunyai ikatan khusus dengan mantan pelatih Brescia, Carlo Mazzone.
Kedekatan tersebut membuat Guardiola tidak asing dengan budaya sepak bola Negeri Pizza. Dia juga fasih berbahasa Italia dan rutin kembali ke negara tersebut untuk berlibur serta bertemu mantan rekan setim maupun sesama pelatih.
Guardiola juga mempunyai hubungan pertemanan kuat dengan Maldini. Kedekatan keduanya pernah terlihat setelah Barcelona menjuarai Liga Champions pada 2009.
Saat itu, Guardiola mempersembahkan trofi Liga Champions kepada legenda AC Milan tersebut yang memutuskan pensiun. Dia menyampaikan penghormatan terbuka kepada Maldini dalam wawancara setelah pertandingan.
“Paolo telah mendapatkan kekaguman dari seluruh dunia selama 25 tahun. Jadi, jika dia berubah pikiran dan ingin bermain satu tahun lagi, dia dapat datang dan bergabung bersama kami,” kata Guardiola.
“Memenangkan trofi ini di Italia benar-benar istimewa bagi saya. Saya mempersembahkan piala ini untuk Maldini,” lanjutnya.
Hubungan personal tersebut berpotensi membantu Italia dalam meyakinkan Guardiola. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada seberapa serius federasi menjalankan proyek pembenahan sepak bola nasional.
Jika menerima tawaran itu, Guardiola akan memikul misi berat untuk mengembalikan Italia ke Piala Dunia. Proyek empat tahun menuju 2030 pun dapat menjadi tantangan baru bagi salah satu pelatih paling sukses dalam sepak bola modern tersebut.
Editor: Abdul Haris