Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Guardiola Hilang dari Film Dokumenter Mourinho, Penyebabnya Bocor ke Publik
Advertisement . Scroll to see content

Pep Guardiola Ternyata Tolak Tawaran Latih Timnas Belanda, Alasannya Mengejutkan!

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:01:00 WIB
Pep Guardiola Ternyata Tolak Tawaran Latih Timnas Belanda, Alasannya Mengejutkan!
Pep Guardiola ternyata menjadi kandidat utama pelatih Timnas Belanda (Foto: Football Italia)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id - Pep Guardiola ternyata menjadi kandidat utama pelatih Timnas Belanda setelah meninggalkan Manchester City. Tetapi dia memilih menepi selama setahun sebelum kembali ke dunia kepelatihan.

Guardiola meninggalkan Manchester City pada Mei setelah menjalani satu dekade penuh kesuksesan di Stadion Etihad. Pelatih asal Catalan tersebut menutup masa baktinya dengan tambahan trofi Carabao Cup dan Piala FA.

Keputusan Guardiola mengakhiri perjalanan bersama Manchester City tidak lepas dari kondisi dirinya. Dia mengakui sudah kehilangan energi untuk terus menjalankan pekerjaan sebagai pelatih setelah bertahun-tahun berada di level tertinggi.

Guardiola kemudian digantikan Enzo Maresca. Keduanya memiliki hubungan dengan Manchester City karena Maresca pernah menjalani dua periode bekerja di klub tersebut dan sempat menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola.

Setelah meninggalkan Manchester City, Guardiola sempat melakukan pembicaraan dengan Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC untuk kemungkinan menjadi pelatih Timnas Italia. Namun, pembicaraan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

Posisi pelatih Italia akhirnya kembali ditempati mantan pelatih Manchester City, Roberto Mancini. Guardiola pun belum langsung kembali ke pinggir lapangan setelah meninggalkan klub Inggris tersebut.

Guardiola Jadi Kandidat Nomor Satu Timnas Belanda

Peluang Guardiola menangani tim nasional kembali muncul ketika Federasi Sepak Bola Belanda atau KNVB mencari pengganti Ronald Koeman. Namun, nama Guardiola ternyata berada di urutan pertama dalam daftar kandidat.

Direktur teknis KNVB, Nigel de Jong, mengungkap fakta tersebut dalam konferensi pers saat Xavi Hernandez diperkenalkan sebagai pelatih baru Timnas Belanda.

De Jong mengatakan Guardiola merupakan pilihan pertama KNVB. Namun, pelatih asal Spanyol itu menolak kesempatan tersebut karena ingin mengambil waktu istirahat selama setahun.

"Kandidat pertama kami untuk menggantikan Ronald Koeman adalah Pep Guardiola, tetapi dia ingin mengambil waktu istirahat selama setahun."

KNVB kemudian mengarahkan pilihan kepada Arne Slot. Namun, pelatih Liverpool tersebut juga tidak tersedia karena memilih tetap menjalani karier di level klub.

"Kandidat kedua kami adalah Arne Slot, tetapi dia lebih memilih tetap aktif di sepak bola klub."

Setelah dua kandidat utama tidak tersedia, KNVB akhirnya menunjuk Xavi Hernandez sebagai pilihan ketiga.

"Kemudian kami beralih ke kandidat ketiga, pria yang berada di sebelah saya, Xavi Hernandez."

Xavi Bawa Filosofi Cruyff ke Timnas Belanda

Guardiola memiliki hubungan kuat dengan sepak bola Belanda melalui Johan Cruyff. Guardiola merupakan salah satu murid Cruyff dan mengadopsi filosofi sepak bola yang dia pelajari saat bermain di bawah asuhan legenda Belanda tersebut di Barcelona.

Filosofi serupa kemudian berkembang dalam karier Xavi. Mantan gelandang Barcelona tersebut juga pernah bekerja bersama Guardiola ketika Guardiola menjadi pelatih Blaugrana sebelum akhirnya meniti karier sebagai pelatih.

Xavi mengakui memiliki banyak hubungan dengan Belanda. Dia juga melihat kesempatan menangani Timnas Belanda sebagai pengalaman penting dalam perjalanan sepak bolanya.

"Saya memiliki banyak hubungan dengan negara ini."

"Perasaan saya, saya akan pergi ke universitas sepak bola. Saya ingin tim saya selalu menguasai bola, tetapi dengan penuh gairah."

"Kami di sini untuk bersaing, kami di sini untuk menikmati, dan kami di sini untuk menang. Saya tegaskan: kami di sini untuk menang. Saya ingin menciptakan sebuah keluarga besar di sini."

Xavi juga menjelaskan pengaruh besar Cruyff terhadap perjalanan kariernya sebagai pemain dan pelatih. Dia masih mengingat percakapan dengan Cruyff pada masa-masa terakhir kehidupan legenda tersebut.

"Apa yang saya pelajari dari Johan Cruyff? Pada tahap akhir hidupnya, saya banyak berbicara dengannya, bahkan ketika dia sedang sakit. Dan dia selalu sangat positif, juga ketika dia sakit."

"Saya belajar dari itu. Selalu tersenyum, selalu berpikiran positif. Inilah yang akan saya tunjukkan kepada para pemain saya. Mari menikmati prosesnya, kemudian kami akan semakin dekat dengannya [Cruyff]."

Xavi menandatangani kontrak empat tahun untuk menggantikan Koeman. Menariknya, Xavi juga pernah menggantikan Koeman sebagai pelatih Barcelona.

Pelatih berusia 46 tahun tersebut menjadi pelatih non-Belanda pertama yang menangani Timnas Belanda sejak 1978. Tantangan pertamanya juga langsung berat karena dia akan menghadapi Timnas Jerman yang kini ditangani pelatih yang kembali ke dunia kepelatihan, Jurgen Klopp.

Pertandingan UEFA Nations League tersebut akan berlangsung pada 24 September di Johan Cruyff Arena. Laga itu menjadi panggung pertama Xavi bersama Belanda setelah KNVB sebelumnya gagal mendapatkan dua kandidat utama, Guardiola dan Slot.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut