Performa Memalukan, 1 Pemain Liverpool Terancam Dijual usai Dihajar Arsenal
LIVERPOOL, iNews.id - Jamie Carragher melontarkan kritik keras kepada Alexis Mac Allister setelah gelandang Liverpool itu berusaha membuat Noni Madueke mendapat kartu merah dalam kekalahan 0-1 dari Arsenal di Anfield, Minggu (1/11/2026).
Carragher menilai tindakan Mac Allister dalam insiden tersebut memalukan dan tidak pantas dilakukan pemain profesional. Legenda Liverpool itu bahkan menyebut aksi gelandang asal Argentina tersebut sebagai lelucon yang harus dihentikan.
Pertandingan Liverpool kontra Arsenal berlangsung sengit selama 90 menit. Namun, The Gunners berhasil membawa pulang tiga poin setelah menang tipis berkat gol Kai Havertz pada menit ke-16.
Gol tersebut tercipta setelah Havertz menyelesaikan umpan silang akurat Declan Rice. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri penantian 14 tahun Arsenal untuk meraih kemenangan di Anfield.
Hasil positif itu membuat Arsenal kembali memperlebar jarak di puncak klasemen Premier League menjadi tiga poin atas Manchester City. Sebelumnya, Man City menelan kekalahan 0-1 dari Brighton & Hove Albion.
Liverpool sebenarnya memiliki sejumlah peluang untuk menyelamatkan setidaknya satu poin. Namun, beberapa kesempatan emas gagal dimanfaatkan tuan rumah sehingga mereka harus menerima kekalahan di hadapan pendukung sendiri.
Selain gol Havertz, pertandingan tersebut juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satunya terjadi ketika Jurrien Timber menarik baju Alexander Isak di kotak penalti saat penyerang Liverpool itu berusaha menyambut umpan Bradley Barcola.
Mac Allister juga menjadi pusat perhatian menjelang akhir babak kedua. Gelandang Argentina itu sempat terlibat adu mulut dengan Martin Odegaard yang terjatuh setelah dilanggar.
Situasi kemudian memanas ketika Mac Allister berhadapan dengan Timber dan Madueke. Dalam insiden tersebut, Mac Allister terlihat terjatuh meski kontak fisik dari pemain sayap Arsenal itu sangat minim. Aksi tersebut dinilai sebagai upaya memancing wasit mengeluarkan kartu merah untuk Madueke.
Wasit Andy Madley tidak terpengaruh oleh reaksi Mac Allister dan tidak memberikan kartu merah kepada Madueke. Keputusan tersebut mendapat dukungan dari Carragher yang mengkritik keras tindakan pemain Liverpool itu.
"Saya ingin Liverpool memenangkan pertandingan, tetapi saya senang dia [Madueke] tidak mendapat kartu merah. Kita benar-benar harus mulai menegur pemain sendiri dan mengatakan, 'Ini memalukan'," kata Carragher di Sky Sports.
Carragher menegaskan insiden seperti itu tidak boleh terus terjadi dalam sepak bola. Menurut dia, pemain yang melakukan tindakan tidak pantas harus menerima konsekuensinya, bukan justru berusaha mendapatkan keuntungan dari reaksi berlebihan.
"Ini konyol dan harus dihentikan. Saya tidak tahan melihatnya. Jika seseorang menarik kepalanya ke belakang dan melakukan sundulan, berikan kartu merah. Namun, jika mereka hanya saling berhadapan dan bersentuhan, lalu salah satunya terjatuh hingga pemain lain mendapat kartu merah, sebagai sebuah permainan, tegurlah pemain sendiri," ujarnya.
Dia kemudian kembali menyebut tindakan Mac Allister tidak bisa dibenarkan. Carragher juga meminta pihak-pihak terkait di sepak bola Inggris mengambil langkah untuk menghentikan perilaku tersebut.
"Ini lelucon dari Mac Allister dan harus dihentikan. Para pemain berusaha mendapatkan keuntungan karena mereka bisa melakukannya, dan kartu merah diberikan akibat hal tersebut. Entah itu Howard Webb, Premier League, atau para manajer yang duduk bersama, masalah ini harus dihentikan," kata Carragher.
Kritik Carragher muncul di tengah kabar mengenai masa depan Mac Allister di Liverpool. Gelandang berusia 27 tahun itu dikenal memiliki karakter permainan agresif dan temperamen tinggi yang terkadang membuatnya melakukan tekel berisiko.
Meski menjadi salah satu pemain yang mencerminkan karakter permainan Liverpool, posisi Mac Allister di klub disebut mulai menghadapi ketidakpastian. Jurnalis Sky Sport, Sacha Tavolieri, melaporkan sang pemain telah diberi kesempatan untuk meninggalkan Liverpool pada bursa transfer Januari atau musim panas mendatang.
Kabar tersebut juga berkaitan dengan rencana Bournemouth melakukan perombakan lini tengah. Pelatih Andoni Iraola dikabarkan menginginkan Alex Scott sebagai salah satu target utama untuk memperkuat sektor tersebut.
Iraola memiliki hubungan dengan Scott setelah merekrut gelandang tersebut dari Bristol City tiga tahun sebelumnya. Potensi penjualan Mac Allister disebut bisa membantu Bournemouth mewujudkan transfer besar untuk mendatangkan Scott.
Selama tiga setengah tahun memperkuat Liverpool, Mac Allister telah mencatatkan 23 gol dan 21 assist dari 164 penampilan. Catatan tersebut menunjukkan kontribusinya di lini tengah The Reds sebelum masa depannya menjadi bahan pembicaraan menjelang bursa transfer berikutnya.
Editor: Reynaldi Hermawan