Persebaya Bangkit, Trio Serangan Jadi Senjata Mematikan
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya bangkit lewat agresivitas trio serangan saat menuntaskan laga pekan ke-17 Super League 2025-2026 melumat Malut United FC 2-1, Sabtu (10/1/2026). Hasil tersebut menegaskan peningkatan performa signifikan tim.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, angkat bicara seusai pertandingan tersebut. Dia menyoroti perubahan besar di lini depan Bajul Ijo yang kini mengandalkan Bruno Moreira, Gali Freitas, dan Francisco Rivera, dengan Malik Risaldi sebagai pelengkap.
Perombakan komposisi serangan tersebut langsung berdampak nyata. Dalam tiga laga terakhir, Persebaya mampu mencetak total tujuh gol dan tampil lebih agresif saat menekan pertahanan lawan.
Bernardo Tavares menilai kehadiran pemain dengan karakter cepat memberi dimensi baru dalam permainan Persebaya. Bruno Moreira, Gali Freitas, dan Malik Risaldi dinilai efektif saat melakukan transisi menyerang dan membuka ruang.
Peran Francisco Rivera juga mendapat sorotan khusus. Pemain bernomor punggung 10 itu kerap menjadi solusi ketika winger maupun striker kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
“Kami memilih pemain yang lebih baik dan kami memilih pemain yang menurut kami dapat mengalahkan lawan berikutnya dan bekerja lebih baik dalam latihan ini,” ujar Bernardo Tavares.
“Khususnya dengan beberapa karakteristik, kami memiliki banyak pemain cepat, seperti Bruno, Gali, dan Malik,” imbuhnya.
Bernardo Tavares juga mengapresiasi pergerakan tanpa bola para pemainnya. Dia menilai kemampuan mencari ruang dan membuka celah pertahanan Malut United menjadi faktor penting dalam kemenangan tersebut.
Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan para pemain mampu menjalankan rencana permainan dengan disiplin, tidak hanya mengandalkan kecepatan, tetapi juga kecerdasan membaca situasi di lapangan.
“Saya pikir para pemain menjalankan rencana dengan baik, jadi jika kita ingin memiliki peluang hari ini, kita perlu lebih baik dari mereka tanpa bola,” kata Bernardo Tavares.
Tambahan tiga poin membawa Persebaya naik ke posisi ketujuh klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan koleksi 28 poin dari tujuh kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Kemenangan atas Malut United juga memperpanjang tren positif Persebaya dengan catatan selalu menang dalam tiga laga terakhir, sekaligus mengembalikan tim ke jalur kompetitif setelah melewati periode sulit pada masa kepemimpinan Eduardo Perez.
Meski demikian, Bernardo Tavares mengingatkan timnya agar tidak cepat puas. Dia menegaskan fokus penuh tetap dibutuhkan menjelang putaran kedua kompetisi yang diprediksi berlangsung lebih ketat.
“Lebih baik bekerja keras, mencoba pulih, dan mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Karena yang akan datang adalah babak (putaran) kedua dan semua tim akan menurunkan pemain baru, liga berarti lebih sulit,” pungkasnya.
Editor: Abdul Haris