Persebaya Belum Bisa Permanenkan Uston Nawawi, Tunggu Sampai Kapan?
SURABAYA, iNews.id – Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi menyulap anak asuhnya menjadi luar biasa dalam beberapa laga terakhir di Liga 1 2023/2024. Sayang, keinginan klub untuk mempermanenkan Uston tersandung persoalan regulasi.
Usai melepas Aji Santoso, Persebaya menjadi lebih mengerikan dalam beberapa laga terakhir di Liga 1 2023/2024. Betapa tidak, Bajul Ijo -julukan Persebaya- belum pernah menelan kekalahan sejak diasuh Uston Nawawi.
Persebaya tak terkalahkan dalam lima laga terakhir. Terbaru, Bruno Moreira dan kolega berhasil menang tipis 2-1 atas Borneo FC pada laga Liga 1 2023/2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (3/9/2023) silam.
Beberapa waktu lalu, Manajer Persebaya, Yahya Alkatiri mengatakan pihaknya ingin mempermanenkan Uston. Namun keinginan tersebut tersandung masalah regulasi.
Regulasi yang dimaksud adalah lisensi AFC yang belum dikantongi pelatih berusia 45 tahun tersebut. PSSI mengundur jadwal pengumuman lisensi kepelatihan hingga Oktober atau November 2023 mendatang.
“Kami ingin memperpanjang (Uston sebagai pelatih kepala), tapi kondisinya seperti ini, lisensinya belum turun, harusnya turun pada September, tapi ini PSSI akhirnya merubah lagi jadwal memperolehnya lisensi AFC-nya coach Uston,” kata Yahya pada pertengahan Agustus 2023 silam.
Berdasarkan Regulasi Kompetisi Liga 1 2023/2024 Pasal 30 tentang ofisial, dijelaskan pada poin 11 bahwa klub wajib mendaftarkan pelatih permanen selambat-lambatnya 30 hari. Masalahnya, lisensi kepelatihan Uston baru keluar pada Oktober atau November 2023 mendatang.
“Klub juga diwajibkan untuk melakukan pendaftaran pelatih kepala yang baru selambat-lambatnya 30 hari, setelah menyampaikan surat pemberitahuan,” tulis regulasi pada poin tersebut.
Lewat dari tenggat 30 hari, klub diwajibkan membayar denda sebesar Rp100 juta. Adapun denda tersebut berlaku kelipatan, dimana artinya klub harus membayar denda Rp200 juta jika masih belum mendaftarkan pelatih pada 30 hari kedua.
Situasi tersebut sejatinya serupa dengan yang pernah dialami Persis Solo kala masih ditangani caretaker, Rasiman. Sebelum menunjuk Leonardo Medina sebagai pelatih kepala, klub berjuluk Laskar Sambernyawa harus membayar denda.
Editor: Fitradian Dhimas Kurniawan