Persebaya Gagal Menang meski Lepaskan 23 Tembakan! Bernardo Tavares Soroti 2 Kesalahan Fatal
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya gagal mengamankan kemenangan meski melepaskan 23 tembakan saat menghadapi PSS Sleman pada pekan kelima Super League 2026-2027. Pelatih Bernardo Tavares kecewa setelah timnya hanya bermain imbang 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (18/10/2026) sore.
Bajol Ijo bahkan nyaris menelan kekalahan di hadapan Bonek dan Bonita. Beruntung, Miguel Pereira mencetak gol dramatis pada menit ke-90+2 untuk menyelamatkan satu poin bagi tuan rumah.
Pertandingan tersebut berjalan tidak mudah bagi Persebaya. PSS Sleman mampu dua kali unggul setelah membobol gawang Ernando Ari. Namun, Bajol Ijo selalu menemukan jalan untuk menyamakan kedudukan.
Miguel Pereira menjadi penyelamat Persebaya lewat dua golnya. Dia pertama kali mencatatkan nama di papan skor pada menit ke-36, sebelum kembali mencetak gol pada masa tambahan waktu babak kedua.
Meski terhindar dari kekalahan, hasil tersebut belum memuaskan Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu menilai anak asuhnya sudah bekerja keras, tetapi belum mampu memaksimalkan kesempatan untuk meraih tiga poin.
"Kami sudah berusaha maksimal dan menciptakan banyak peluang, tetapi hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan," ucap Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip situs resmi klub.
Statistik pertandingan memperlihatkan tingginya intensitas serangan Persebaya. Toni Firmansyah dan kolega melepaskan 23 tembakan sepanjang laga, dengan sembilan percobaan tepat mengarah ke gawang PSS Sleman.
Sayangnya, dominasi tersebut tidak menghasilkan kemenangan. Dari sembilan tembakan tepat sasaran, hanya dua yang berbuah gol. Kondisi ini memperlihatkan penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bajol Ijo.
Selain kurang efektif memanfaatkan peluang, Persebaya juga harus membenahi konsentrasi pertahanan. Dua gol yang dicetak PSS menjadi perhatian karena kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil pertandingan.
Tavares menyadari hasil imbang ini mengecewakan pendukung Persebaya. Terlebih, timnya bermain di kandang dengan dukungan langsung Bonek dan Bonita yang berharap menyaksikan kemenangan.
"Tentu kami kecewa karena belum bisa memberikan tiga poin di kandang untuk Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan kemenangan, begitu juga dengan seluruh pemain. Namun, inilah sepak bola. Terkadang, satu atau dua kesalahan bisa mengubah hasil pertandingan," jelasnya.
Kendati gagal memenuhi target, Tavares tetap memberikan apresiasi kepada para pemain. Dia melihat anak asuhnya tidak menyerah meski dua kali tertinggal dan terus berusaha menciptakan peluang hingga penghujung pertandingan.
"Saya tetap mengapresiasi sikap dan usaha para pemain. Mereka terus mencoba bermain dengan baik. Hari ini, hasilnya memang tidak berpihak kepada kami, meskipun kami menciptakan banyak peluang," tuturnya.
Persebaya tidak memiliki banyak waktu untuk meratapi hasil imbang melawan PSS Sleman. Jadwal padat sudah menunggu karena Green Force harus bertandang menghadapi PSM Makassar pada Kamis (22/10/2026).
Pertandingan tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi Tavares untuk memperbaiki performa tim. Selain mengevaluasi efektivitas serangan dan pertahanan, dia harus memastikan kebugaran pemain tetap terjaga.
Waktu pemulihan yang terbatas membuat tim pelatih perlu berkoordinasi dengan tim medis. Pemeriksaan kondisi fisik menjadi bagian penting sebelum menentukan komposisi pemain untuk pertandingan melawan PSM.
"Kami akan berkoordinasi dengan tim medis untuk memeriksa kondisi mereka. Setelah itu, kami akan mengevaluasi pemain yang tersedia dalam sesi latihan berikutnya dan menentukan siapa yang paling siap untuk pertandingan mendatang," pungkas Tavares.
Persebaya kini menghadapi tuntutan untuk segera bangkit. Setelah gagal memanfaatkan 23 tembakan menjadi kemenangan di kandang, Bajol Ijo perlu tampil lebih efektif jika ingin membawa pulang hasil maksimal dari markas PSM Makassar.
Editor: Abdul Haris