Persita Bersiap Hadapi Persija, Carlos Pena Bongkar Masalah Pendekar Cisadane
TANGERANG, iNews.id – Persita Tangerang mulai mengalihkan fokus menghadapi Persija Jakarta pada pekan kelima Super League 2026-2027 di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026). Pelatih Carlos Pena mengakui masih ada sejumlah persoalan yang harus diperbaiki, terutama kemampuan tim mengamankan kemenangan setelah berada dalam posisi unggul.
Evaluasi tersebut dilakukan setelah Pendekar Cisadane menjalani empat pertandingan awal musim dengan situasi berbeda. Meski mampu mengumpulkan delapan poin, Persita beberapa kali harus bekerja keras hingga menit akhir untuk menentukan hasil pertandingan.
Dalam dua laga kandang melawan Java United FC dan Garudayaksa FC, Persita baru berhasil mencetak gol kemenangan menjelang pertandingan berakhir. Kondisi ini memperlihatkan perjuangan tim dalam memaksimalkan peluang untuk mengamankan tiga poin.
Sementara itu, persoalan berbeda muncul ketika Persita menjalani pertandingan tandang. Mereka gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar.
Duel melawan PSIM berakhir dengan skor 1-1, sedangkan pertandingan menghadapi PSM menghasilkan hasil imbang 2-2. Kedua laga tersebut menjadi perhatian Pena karena timnya sempat memiliki kesempatan membawa pulang kemenangan.
Pena menilai setiap pertandingan memiliki persoalan tersendiri sehingga tidak bisa disimpulkan dari hasil akhirnya saja. Dia mencontohkan laga kontra PSIM ketika Persita sempat memimpin 1-0 dan mendapatkan peluang emas untuk menggandakan keunggulan.
"Menurut saya jika kita menganalisa pertandingan-pertandingan tersebut situasinya berbeda-beda. Saat di Yogyakarta, ketika kami bermain imbang setelah sempat unggul atau lebih tepatnya saat itu skornya 1-0 kami memiliki peluang emas untuk mencetak gol kedua. Kami benar-benar punya peluang bagus. Namun pada akhirnya, kami gagal mempertahankan keunggulan tersebut," ujar Pena, dikutip dari situs resmi I.League.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, pertandingan melawan PSM memiliki cerita berbeda. Dia menilai lawan tidak banyak mendapatkan peluang berbahaya sehingga Persita sebenarnya layak mengamankan kemenangan.
Pena juga menyoroti pentingnya mencetak gol tambahan ketika tim sudah unggul. Tanpa keunggulan yang lebih besar, risiko kebobolan tetap terbuka meski Persita mampu mengendalikan jalannya pertandingan.
"Saat melawan PSM, situasinya sangat berbeda karena mereka tidak memiliki peluang emas. Menurut saya, hasil imbang itu tidak adil karena kami layak memenangkan pertandingan tersebut. Dan hari ini, ketika kita tidak mencetak gol kedua, risikonya adalah kita bisa kebobolan kapan saja. Kami sempat memiliki waktu dua puluh menit dimana kami bisa saja mengunci kemenangan," jelasnya.
Catatan empat pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pena. Dia ingin Persita lebih efektif memanfaatkan peluang agar tidak kembali kehilangan kesempatan meraih hasil maksimal.
Terlepas dari sejumlah kekurangan, Persita berhasil naik ke peringkat kelima klasemen sementara Super League 2026-2027 setelah mendapatkan tambahan tiga poin.
Pendekar Cisadane kini mengoleksi delapan poin, terpaut empat angka dari Persija Jakarta yang menempati posisi teratas klasemen.
Pertemuan kedua tim pada pekan kelima menjadi tantangan berikutnya bagi Persita. Selain menghadapi pemuncak klasemen, skuad asuhan Pena juga memiliki kesempatan menguji hasil evaluasi dari empat pertandingan sebelumnya.
Pena memastikan persiapan menghadapi Persija segera dilakukan. Dia menilai Maung Kemayoran—yang dikenal sebagai Macan Kemayoran—merupakan lawan kuat sehingga Persita harus meningkatkan kualitas permainan.
"Kami akan memulai persiapan melawan Persija. Kami akan terus melakukan perbaikan agar bisa menampilkan permainan terbaik melawan tim kuat," ujar Pena.
Editor: Abdul Haris