Pesta Juara PSG Berubah Mencekam: 1 Tewas, Remaja 17 Tahun Koma Kena Tusuk
PARIS, iNews.id – Kerusuhan final Liga Champions langsung mengguncang Prancis setelah kemenangan Paris Saint-Germain (PSG). Insiden itu menewaskan satu orang dan membuat ratusan lainnya berakhir di kantor polisi.
Bentrok brutal pecah di sejumlah kota, dengan situasi terparah terjadi di ibu kota Paris. Ribuan orang turun ke jalan merayakan kemenangan PSG, namun pesta berubah menjadi kekacauan sepanjang malam ketika polisi terlibat bentrokan dengan massa.
Jaksa Prancis membuka penyelidikan kriminal setelah seorang remaja 17 tahun mengalami penusukan berulang di sekitar kawasan Champs Élysées. Sumber penyelidikan menyebut korban diserang empat orang pada Minggu dini hari dalam insiden kekerasan yang berkaitan dengan sepak bola.
Korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan sempat koma. Dia masih dirawat di unit perawatan intensif beberapa jam setelah kejadian. Para pelaku penyerangan masih diburu dan menghadapi ancaman dakwaan percobaan pembunuhan.
PSG Juara Liga Champions, Suporter di Paris Malah Rusuh hingga Bakar Mobil
Korban jiwa lain berasal dari seorang pria 23 tahun yang mengendarai sepeda motor. Dia meninggal dunia setelah menabrak pembatas beton di jalan lingkar Paris atau périphérique sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Polisi menyebut korban termasuk ratusan pendukung yang merayakan kemenangan PSG menggunakan kendaraan.
Jalan lingkar Paris beberapa kali lumpuh akibat massa pendukung. Meski begitu, pengendara motor, skuter, dan moped tetap melaju dengan kecepatan tinggi, memperburuk situasi keamanan.
Komentar Mengejutkan Luis Enrique usai Bawa PSG Juara Back-to-Back Liga Champions, Langsung Bidik Hattrick Gelar
Di sejumlah titik lain di Paris, penjarahan toko terjadi, bangunan dibakar, kembang api diarahkan ke petugas, dan jalan-jalan utama sempat terhenti total. Sedikitnya tujuh polisi mengalami luka serius, termasuk satu petugas di Agen, Prancis barat daya, yang kepalanya retak akibat terjatuh.
Kerusuhan tidak hanya melanda Paris. Gangguan keamanan juga dilaporkan di Rennes, Strasbourg, dan Grenoble. Polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan pentungan di wilayah Paris Raya, dengan sekitar 8.000 personel dikerahkan sepanjang malam.
PSG Juara Liga Champions 2025-2026 usai Bungkam Arsenal via Adu Penalti
Polisi Prancis menahan 780 orang yang terlibat bentrokan. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuez mengungkap 57 petugas terluka, sebagian besar dengan cedera ringan. Sekitar 2.000 orang dihentikan dan digeledah, dengan senjata potensial seperti tongkat dan pisau disita.
Sebagian besar penangkapan terjadi di sekitar Parc des Princes, markas Paris Saint-Germain, tempat ribuan fans menonton laga final lewat layar raksasa. Keributan juga pecah setelah Arsenal kalah adu penalti di Budapest, memicu bentrokan antara pendukung PSG dan kelompok rival.
Link Live Streaming PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025-2026, Saksikan dengan Motorola Signature
Di distrik ke-8 Paris, massa sempat mencoba menyerang kantor polisi utama sebelum akhirnya dipukul mundur. Beberapa pendukung PSG bahkan memanjat perancah bangunan di sekitar Rue de Rivoli, salah satu kawasan perbelanjaan utama kota.
Ribuan turis ikut terjebak dalam kekacauan. Sebagian harus dikawal polisi antihuru-hara untuk kembali ke hotel masing-masing demi keselamatan.
Kekerasan terkait sepak bola dinilai semakin mengkhawatirkan di Prancis. Meski banyak fans PSG berangkat ke Hungaria, puluhan ribu lainnya tetap memadati jalanan Paris saat final berlangsung.
Situasi diprediksi belum sepenuhnya reda. Sekitar 100.000 orang dijadwalkan menyambut para pemain PSG dalam perayaan kemenangan di sekitar Menara Eiffel. Setelah itu, tim dijadwalkan menghadiri resepsi di Istana Élysée bersama Presiden Emmanuel Macron, yang dikenal sebagai pendukung klub rival PSG, Marseille.
Editor: Reynaldi Hermawan