Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Final Piala Dunia Dalam Angka, Messi Selangkah Lagi Samai Rekor Cafu
Advertisement . Scroll to see content

Prancis Bidik Perunggu Piala Dunia 2026, Kado Perpisahan untuk Didier Deschamps

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:00:00 WIB
Prancis Bidik Perunggu Piala Dunia 2026, Kado Perpisahan untuk Didier Deschamps
Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps. (Foto: FIFA)
Advertisement . Scroll to see content

MIAMI, iNews.id Didier Deschamps akan memimpin Timnas Prancis untuk terakhir kalinya saat menghadapi Inggris dalam perebutan peringkat ketiga Piala Dunia 2026 di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus kini memburu medali perunggu sebagai kado perpisahan untuk pelatih yang telah mengabdi hampir 14 tahun tersebut.

Deschamps memulai perjalanan sebagai pelatih Prancis pada 15 Agustus 2012 di Le Havre. Lebih dari 5.000 hari telah berlalu sejak pertandingan pertamanya, sebelum masa pengabdiannya berakhir setelah duel melawan Inggris di Miami.

Kepergian Deschamps menandai berakhirnya sebuah era dalam sepak bola Prancis. Bek Ibrahima Konate menjadi salah satu pemain yang memberikan penghormatan atas pencapaian sang pelatih bersama stafnya.

“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih kepadanya, stafnya, dan semua orang yang mendukungnya sepanjang perjalanan panjang bersama Timnas Prancis. Perjalanannya memang sangat panjang. Dia telah membawa begitu banyak kebahagiaan kepada masyarakat Prancis,” kata Konate, dikutip dari FIFA.com.

“Memang ada beberapa kekecewaan sepanjang perjalanan, tetapi kami tidak boleh melupakan semua kebahagiaan yang telah dia berikan kepada kami,” lanjut bek tengah yang baru bergabung dengan Real Madrid tersebut.


Gagal ke Final, Prancis Tetap Punya Tugas Terakhir

Prancis sebenarnya ingin melepas Deschamps melalui pertandingan final. Namun, kekalahan 0-2 dari Spanyol pada semifinal membuat Les Bleus harus puas tampil dalam perebutan medali perunggu.

Kekecewaan tersebut belum sepenuhnya hilang. Meski demikian, Deschamps menegaskan para pemain tetap memiliki tanggung jawab besar saat mengenakan seragam Timnas Prancis.

“Kami tidak menuju pertandingan yang kami harapkan, tetapi kami masih memiliki satu laga dan tugas yang harus diselesaikan,” ujar Deschamps.

“Ketika mengenakan seragam Prancis, persoalannya bukan hanya tentang apa yang didapatkan, tetapi juga apa yang harus diberikan kembali. Itu standar yang saya tetapkan untuk diri sendiri, staf, dan para pemain,” tuturnya.

Deschamps juga mengingatkan tanggung jawab para pemain kepada seluruh pendukung Prancis yang terus mengikuti perjalanan tim, baik ketika meraih kemenangan maupun saat mengalami kegagalan.

Kemenangan di Miami Stadium akan membawa Prancis finis di tiga besar Piala Dunia untuk ketujuh kalinya. Namun, Les Bleus harus kembali membangkitkan semangat setelah kehilangan kesempatan tampil dalam laga puncak.

Timnas Inggris menghadapi situasi serupa. The Three Lions harus memulihkan kondisi mental usai kalah dramatis 1-2 dari Argentina pada semifinal. Inggris sebelumnya memburu gelar Piala Dunia pertama sejak menjadi juara pada 1966.


Inggris Dipuji, Deschamps Siap Berjuang sampai Akhir

Konate memahami kekuatan Inggris setelah menghabiskan lima tahun bersama Liverpool di Liga Inggris. Dia menilai lawan Prancis tersebut memiliki kualitas, kekompakan, serta sejarah sepak bola yang panjang.

“Mereka tim yang sangat bagus. Mereka bertarung seperti singa melawan Argentina. Saya menilai Inggris merupakan tim yang kompak dengan sejarah sepak bola yang kaya,” ucap Konate.

“Kami menantikan tantangan ini dan akan memberikan segalanya untuk menang,” sambungnya.

Deschamps juga memastikan dirinya bersama staf kepelatihan akan mengerahkan kemampuan terbaik untuk menutup turnamen dengan kemenangan. Menurut dia, hasil tetap penting, tetapi perjuangan maksimal menjadi tuntutan utama.

“Sebagai pelatih kepala, bersama staf, kami akan melakukan segalanya untuk menang. Saya berharap kami berhasil, tetapi hal terpenting adalah memberikan seluruh kemampuan,” kata Deschamps.

Pelatih berusia 57 tahun tersebut sempat menolak terlalu banyak membicarakan dirinya menjelang pertandingan. Namun, dia mengakui perpisahannya dengan Timnas Prancis sudah semakin dekat.

“Tirai terakhir akan turun besok. Tentu saja saya akan merindukan tim ini. Saya mendapat kehormatan berada di posisi ini selama 15 tahun serta mengalami masa-masa indah dan sulit bersama-sama,” ujarnya.

“Timnas Prancis dan semua hal yang terwakili di dalamnya secara profesional merupakan hal terindah yang pernah terjadi dalam hidup saya. Tim ini telah menjadi bagian dari kehidupan saya selama 25 tahun,” lanjut Deschamps.

Karier kepelatihan Deschamps bersama Prancis dimulai lewat hasil imbang tanpa gol melawan Uruguay dalam pertandingan persahabatan. Kini, Les Bleus memiliki satu kesempatan terakhir untuk menghormati sosok yang telah menulis salah satu bab terbaik dalam sejarah sepak bola Prancis.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut