PSIM Yogyakarta Akhirnya Menang usai 7 Laga Terpuruk, Borneo FC Jadi Korban
BANTUL, iNews.id – PSIM Yogyakarta akhirnya merasakan kemenangan perdana di Super League 2026-2027 setelah melewati tujuh pertandingan tanpa hasil maksimal. Laskar Mataram bangkit secara dramatis dengan menumbangkan Borneo FC Samarinda 2-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (1/11/2026).
Kemenangan tersebut terasa istimewa karena PSIM harus berjuang membalikkan keadaan setelah tertinggal lebih dulu. Dua gol pada babak kedua menjadi penentu kebangkitan tim asal Yogyakarta tersebut sekaligus mengakhiri rentetan hasil buruk sejak awal musim.
Sebelumnya, PSIM menjalani tujuh pertandingan tanpa sekalipun meraih kemenangan. Mereka hanya mampu mencatat dua hasil imbang dan menelan lima kekalahan. Kondisi itu membuat tiga poin pertama pada pekan kedelapan disambut penuh emosi oleh para pemain dan tim pelatih.
Borneo FC sebenarnya membuka keunggulan melalui Asgal Habib pada menit ke-34. Gol tersebut membuat tim tamu memimpin 1-0 hingga pertandingan memasuki jeda babak pertama.
Namun, PSIM tidak menyerah. Adrian Purzycki berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-57 sebelum Savio Sheva mencetak gol kemenangan pada menit ke-64. Dua gol dalam rentang tujuh menit itu memastikan Laskar Mataram membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Hasil tersebut membuat PSIM mengoleksi lima poin dari delapan pertandingan dan menempati posisi ke-15 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.
Pelatih sementara PSIM Yogyakarta, Guntur Cahyo Utomo, tidak mampu menyembunyikan kebahagiaannya setelah timnya berhasil memutus rentetan tujuh pertandingan tanpa kemenangan.
Dia mengaku hasil tersebut merupakan buah kerja keras seluruh pemain serta dukungan suporter dan keluarga yang terus memberikan semangat dalam situasi sulit.
"Alhamdulillah. Semua berkat kerja keras pemain, berkat doa suporter, doa keluarga kami di rumah sehingga kita bisa dapat tiga poin. Ini adalah sesuatu yang luar biasa untuk kami," kata Guntur seusai pertandingan, dikutip dari situs resmi I.League.
Guntur secara khusus memuji mentalitas para pemain PSIM. Menurut dia, skuad Laskar Mataram menunjukkan semangat pantang menyerah meski harus menghadapi tekanan setelah kebobolan lebih dulu.
"Saya sangat salut, sangat bangga dengan respons dari para pemain. Mereka tidak mau menyerah, mereka terus bekerja, tetap berlari, tetap mencoba untuk mencari gol dan ya akhirnya, kita berhasil mengamankan tiga poin," ujarnya.
Guntur menilai PSIM sebenarnya mampu mengendalikan permainan pada pertengahan babak pertama. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, tetapi Borneo FC justru lebih dulu mencetak gol.
Meski sempat tertinggal, para pemain PSIM terus berusaha menemukan celah pertahanan lawan. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil melalui dua gol pada babak kedua.
"Pertandingan yang saya sangat emosional, sangat emosional untuk kami, karena ini adalah poin tiga pertama. Ini adalah start kami memulai ulang sebagai tim yang kompetitif di BRI Super League 2026/27," tegas Guntur.
Kemenangan atas Borneo FC menjadi modal penting bagi PSIM Yogyakarta untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, Guntur mengingatkan perjalanan timnya di kompetisi musim ini masih panjang.
Dia menegaskan keberhasilan meraih tiga poin pertama tidak boleh membuat para pemain kehilangan fokus. PSIM masih harus bekerja keras memperbaiki posisi di klasemen setelah menjalani awal musim yang sulit.
"Kita baru menjalani delapan pertandingan, perjalanan masih panjang," ucapnya.
Tantangan berikutnya sudah menanti Laskar Mataram. PSIM dijadwalkan menghadapi Dewa United pada Jumat (6/11/2026), hanya berselang lima hari setelah kemenangan atas Borneo FC.
Guntur memastikan timnya akan menikmati kemenangan perdana tersebut sejenak sebelum kembali mempersiapkan diri untuk pertandingan berikutnya.
"Izinkan kami merayakan sejenak kemenangan ini, berikutnya kami harus kembali fokus karena Dewa United sudah menunggu besok hari Jumat (6/11). Kami ambil napas sebentar untuk kemudian kami akan berlari lagi," pungkasnya.
Kemenangan atas Borneo FC kini menjadi titik awal bagi PSIM untuk memperbaiki performa. Setelah tujuh pertandingan tanpa kemenangan, Laskar Mataram akhirnya menemukan momentum untuk kembali bersaing di Super League 2026-2027.
Editor: Abdul Haris