Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bali United Tumbang 2 Kali di Pramusim, Johnny Jansen Beri Respons Mengejutkan
Advertisement . Scroll to see content

PSIM Yogyakarta Bongkar Kekurangan jelang Super League 2026-2027

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:54:00 WIB
PSIM Yogyakarta Bongkar Kekurangan jelang Super League 2026-2027
PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan menghadapi Super League 2026-2027. (Foto: PSIM)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.idPSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan menghadapi Super League 2026-2027 dengan menggelar uji coba melawan Persekabpas Pasuruan. Laga tersebut menjadi momen penting bagi Laskar Mataram untuk menemukan kekurangan sekaligus memperbaiki performa sebelum kompetisi resmi dimulai.

Pertandingan uji coba PSIM Yogyakarta kontra Persekabpas berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026) sore. Laga tersebut menjadi bagian dari evaluasi tim setelah menjalani rangkaian persiapan selama pramusim.

Manajemen PSIM tidak hanya melihat hasil akhir pertandingan, tetapi juga menilai perkembangan tim dari berbagai aspek. Evaluasi dilakukan terhadap taktik, teknik, kondisi fisik, hingga kesiapan kedalaman skuad.

Manajer PSIM Yogyakarta, Iksan Mahar, menegaskan agenda uji coba memang tidak memiliki target utama untuk mengejar kemenangan. Dia menyebut pertandingan tersebut menjadi sarana untuk menyempurnakan permainan tim sebelum tampil di kompetisi resmi.

“Secara keseluruhan sejak awal uji coba kita memang bukan untuk mencari hasil, melainkan bagaimana menyempurnakan tim secara taktis, teknis, hingga kondisi fisik para pemain,” ungkap Iksan dilansir dari laman resmi PT Liga Indonesia Baru (I.League), Selasa (18/8/2026).


Fokus Bangun Chemistry Pemain Baru

Dalam dua pekan terakhir, PSIM Yogyakarta rutin menggelar pertandingan uji coba untuk mendapatkan komposisi terbaik. Salah satu fokus utama tim adalah membangun koneksi antar pemain, terutama setelah kedatangan sejumlah wajah baru.

Iksan menilai masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki, terutama dari sisi kerja sama pemain di lini depan. Menurut dia, para pemain baru masih membutuhkan waktu untuk memahami pola permainan yang diterapkan tim.

“Jadi, kami melihat adanya kekurangan di area tersebut dan hal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan yang terlihat masih mencari cara dan bentuk permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antar-pemain,” tutur Iksan.

Pelatih PSIM juga terus melakukan rotasi pemain dalam laga uji coba. Langkah tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan seluruh pemain serta mengetahui kemampuan mereka ketika mendapatkan kesempatan tampil.

“Iya, kami memang ingin mencoba, terutama para pemain yang kemarin hanya bermain setengah jam melawan Bhayangkara FC di Kebo Giro, Boyolali," tambah Iksan.

Iksan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang terlihat saat menghadapi Persekabpas. Namun, dia menilai hasil evaluasi tersebut belum bisa menjadi gambaran akhir mengenai kesiapan PSIM Yogyakarta sebelum Super League 2026-2027 dimulai.

Sementara itu, pemain PSIM Yogyakarta Raka Cahyana menilai pertandingan melawan Persekabpas memberikan manfaat besar bagi tim. Dia menyebut laga tersebut membantu para pemain mendapatkan tambahan menit bermain sekaligus beradaptasi dengan intensitas pertandingan penuh.

“Hari ini kita melawan tim yang cukup bagus secara pertahan. Secara stamina, perlahan-lahan kami mulai beradaptasi karena biasanya tidak bermain selama 90 menit,” tukas Raka.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut