PSSI Pasang Target Tinggi usai Timnas Indonesia Hajar Bangladesh 9-2: Harus Juara!
JAKARTA, iNews.id – PSSI langsung memasang target juara setelah Timnas Indonesia menghancurkan Bangladesh 9-2 dan memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026.
Kemenangan besar tersebut diraih Skuad Garuda pada laga pamungkas Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Hasil itu membawa Timnas Indonesia menutup fase grup sebagai juara Grup A dengan koleksi tujuh poin. Kevin Diks dan kolega unggul dalam produktivitas gol atas Malaysia yang finis di posisi kedua.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengapresiasi perjuangan para pemain yang mampu tampil maksimal di tengah tekanan besar. Menurut dia, kerja keras seluruh tim menjadi kunci keberhasilan Garuda menembus partai puncak.
“Syukur alhamdulillah, anak-anak bekerja dengan keras dan alhamdulillah kita bisa lolos ke final,” kata Sumardji usai pertandingan.
Meski tiket final sudah diamankan, PSSI belum mau berpuas diri. Timnas Indonesia kini diminta langsung mengalihkan fokus ke laga terakhir sekaligus menentukan.
Sumardji menegaskan waktu yang tersedia harus dimanfaatkan untuk membenahi kekurangan sebelum menghadapi Thailand. Dia menilai peluang Timnas Indonesia menjadi juara kini terbuka lebar.
“Sekarang fokus kita bagaimana di final kita harus bisa mewujudkan apa yang jadi impian seluruh masyarakat Indonesia, kita juara,” katanya.
Timnas Indonesia akan menghadapi Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Senin (5/10/2026). Thailand lolos ke partai puncak dengan status juara Grup B.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan besar bagi pasukan John Herdman untuk menuntaskan target utama sejak awal turnamen, yakni membawa pulang trofi.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 juga diharapkan menjadi penebus kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kini, hanya Thailand yang menjadi penghalang terakhir Garuda untuk mewujudkan ambisi tersebut.
Kemenangan 9-2 atas Bangladesh memberi dorongan moral besar menjelang final. Namun, PSSI menegaskan pencapaian di fase grup belum cukup jika Timnas Indonesia gagal menyelesaikan turnamen sebagai juara.
Editor: Abdul Haris