Puasa Bukan Hambatan! Persebaya Siap Balas Kekalahan dan Bangkit
SURABAYA, iNews.id – Persebaya Surabaya memastikan bulan puasa bukan alasan untuk berhenti berbenah usai kekalahan dari Bhayangkara FC di Super League 2025-2026.
Skuad Bajul Ijo baru saja menelan kekalahan 1-2 dari Bhayangkara FC pada pekan lalu. Pertandingan tersebut digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dan menjadi pukulan yang harus segera dievaluasi tim.
Situasi itu membuat Persebaya dituntut segera bangkit. Program latihan selama Ramadhan pun disesuaikan agar pemain tetap dalam kondisi optimal tanpa mengabaikan kewajiban menjalankan ibadah puasa.
Kiper Persebaya, Andhika Ramadhani, menegaskan seluruh pemain siap mengikuti arahan pelatih terkait pola latihan di bulan puasa. Fokus utama tim saat ini melakukan evaluasi dari kekalahan sebelumnya.
Kabar Buruk! Kekuatan Persebaya Tergerus Jelang Lawan Bhayangkara FC
"Kami mengikuti arahan pelatih saja. Kalau di bulan biasa mungkin intensitas latihan lebih tinggi dibanding bulan Ramadhan," ucap Andhika Ramadhani dilansir dari laman i.League, Kamis (19/2/2026).
Bernardo Tavares Wanti-Wanti Persebaya, Bahaya Bali United Mengintai
Andhika mengakui intensitas latihan di bulan puasa tidak bisa disamakan dengan bulan biasa. Penyesuaian dilakukan demi menjaga kondisi fisik pemain.
"Di bulan puasa juga tidak memungkinkan latihan dengan intensitas tinggi, kecuali kalau latihan malam seperti tahun-tahun sebelumnya," tambahnya.
Persebaya Buang Kemenangan di GBT, Bruno Moreira Soroti Masalah Finishing
Meski demikian, dia menilai situasi tersebut bukan hal baru bagi para pemain. Pengalaman menjalani latihan saat Ramadhan pada musim-musim sebelumnya menjadi modal penting.
"Jadi, insyaallah kami sudah terbiasa menjalani itu saat Ramadan," katanya.
Bernardo Tavares Murka Persebaya Gagal Menang Lawan 10 Pemain Dewa United
Persebaya kini mengalihkan fokus ke laga berikutnya melawan Persijap Jepara. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (21/2/2026).
Laga tandang itu menjadi momentum penting bagi Bajul Ijo untuk membuktikan kebangkitan. Puasa bukan penghalang, melainkan tantangan yang harus dilewati demi menjaga peluang bersaing di Super League 2025-2026.
Editor: Reynaldi Hermawan