Putuskan Hengkang, Jajang Sukmara Berat Tinggalkan Persib
BANDUNG, iNews.id - Jajang Sukmara menjadi salah satu dari enam pemain utama yang hengkang dari Persib Bandung. Meski begitu pemain berusia 29 tahun tersebut mengaku berat harus meninggalkan klub yang sudah dibelanya selama enam musim itu.
Pria yang akrab disapa Jasuk itu mengungkapkan meski keputusan itu begitu berat, namun dia memang harus mengambilnya. Pasalnya, pemain yang bisa bermain di sebagai bek kanan atau pun bek kiri tersebut memang sulit mendapatkan tempat di posisi tim utama.
Buktinya di Liga 1 2017, Jasuk hanya diberikan kesempatan bermain sebanyak dua kali. Dia kerap kalah bersaing dengan Tony Sucipto di posisi bek kiri, maupun Henhen Herdiana dan Supardi di posisi bek kanan.
Jajang pun berharap di klub barunya bisa mendapat kesempatan bermain lebih banyak. “ Saya harus mengambil keputusan berat ini untuk kebaikan saya. Sungguh bangga bisa menjadi bagian Persib selama enam musim, namun saya harus tetap bermain,” tuturnya di situs resmi Persib.
“Saya tidak mau terjebak dalam zona nyaman. Saya harus lebih baik lagi,” ungkapnya menambahkan. Jajang pun mengungkapkan saat ini sudah ada tawaran dari tim lain untruk musim depan, namun dia enggap mengungkapkan klub yang dimaksud.
Kepergian Jajang disayangkan kiper ketiga Persib, Imam Arif Fadilah. Pasalnya, Imam merupakan sahabat dekat Jajang, dan keduanya dikenal kerap bercanda bersama.
“Sedih, kaget, tak menyangka dia sudah tidak bersama Persib lagi sekarang. Sekarang sudah tidak ada lagi teman, kakak yang biasa diajak dan bercanda lagi di sini,” ucap Imam. Meski begitu, dia tetap mendoakan yang terbaik untuk Jajang.
“Ya, saya mendoakan dia, kakak saya, senior saya bisa sukses di tim barunya nanti. Biar sudah tidak satu tim, sahabat tetaplah sahabat,” ujarnya. Eksodus pemain memang terjadi di Persib saat ini.
Selain Jajang, pemain lokal lainnya yang hengkang adalah Ahmad Subagja Baasith, Purwaka Yudi dan pemain naturalisasi Raphael Maitimo. Sedangkan pemain asing yang kontraknya tak diperpanjang adalah Vladimir Vujovic dan Matsunaga Shohei.
Editor: Haryo Jati Waseso