Rahasia Arema FC Hajar Dewa United 4-0 meski Cuma Kuasai 34 Persen Bola
MALANG, iNews.id – Arema FC mencatat kemenangan mengejutkan 4-0 atas Dewa United meski hanya menguasai 34 persen bola. Pelatih sementara Andre Caldas mengungkap strategi yang membuat Singo Edan mampu menghancurkan tim peringkat kedua Super League 2026-2027 tersebut.
Kemenangan diraih Arema pada pekan ketujuh di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (25/10/2026). Hasil tersebut semakin menarik karena Dewa United justru mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen.
Tim tamu juga melepaskan 21 tembakan dengan tingkat akurasi 42 persen. Sebaliknya, Arema hanya mencatatkan 10 percobaan dengan akurasi mencapai 56 persen.
Perbedaan statistik itu memperlihatkan efektivitas permainan Singo Edan. Mereka mampu mencetak empat gol sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Dewa United musim ini.
Andre Caldas mengakui timnya sempat menghadapi tekanan besar pada awal pertandingan. Namun, pelatih asal Brasil tersebut telah mengingatkan para pemain agar tidak panik ketika strategi belum berjalan sesuai rencana.
"Kami sudah punya rencana permainan, tetapi kita tidak boleh lupa bahwa lawan kami adalah tim peringkat kedua di kompetisi ini," kata Andre Caldas, dikutip situs resmi I.League.
"Dewa United sangat kuat dan juga agresif. Namun, yang terpenting adalah jika segalanya tidak berjalan lancar dalam 5–10 menit pertama, kita tidak boleh panik atau kehilangan kendali," sambungnya.
Caldas menekankan pentingnya kesabaran dan disiplin bertahan. Dia meminta para pemain menjaga konsentrasi agar tidak kebobolan ketika Dewa United mendominasi pertandingan.
"Kita harus tetap tenang, bersabar dan yang utama, jangan sampai kebobolan. Jika kita tidak kebobolan, situasi akan membaik. Itulah yang terjadi dalam pertandingan itu," ujarnya.
Strategi tersebut mulai membuahkan hasil setelah Arema melewati tekanan pada 10 hingga 15 menit pertama. Singo Edan kemudian menemukan ruang untuk melancarkan serangan balik melalui kedua sisi lapangan.
Momentum pertandingan berubah ketika Morais Careca membuka keunggulan pada menit ke-30. Gol tersebut membuat Arema semakin percaya diri untuk keluar dari tekanan.
"10–15 menit awal memang berat. Namun, setelah itu kami mulai melancarkan serangan balik dan mampu menguasai bola di sisi lapangan. Begitulah cara kami bermain. Kemudian, Careca mencetak gol yang indah, dan jalannya pertandingan pun berubah," tuturnya.
"Kami mulai lebih banyak menguasai bola dan lebih memegang kendali permainan. Sekali lagi, yang terpenting adalah tidak kebobolan," lanjutnya.
Pada babak kedua, Arema semakin efektif memanfaatkan peluang. Careca mencetak gol keduanya pada menit ke-52 sebelum Samuel Otusanya memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-65.
Julian Guevara kemudian melengkapi pesta gol Singo Edan pada penghujung pertandingan. Dewa United yang unggul penguasaan bola sepanjang laga akhirnya harus pulang tanpa mencetak satu gol pun.
Caldas menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kemampuan pemain menjaga ketenangan. Dia juga puas karena tim mampu mengubah situasi sulit menjadi kemenangan besar.
"Setelah itu, gol kedua, ketiga, dan keempat pun tercipta sebagai konsekuensinya. Intinya, jangan panik saat keadaan tidak berjalan baik di menit-menit awal. Itu bagian dari sepak bola, terkadang kita tampil bagus, terkadang lawan yang tampil lebih baik," pungkasnya.
Editor: Abdul Haris