Rashid Tolak Pegang Spanduk Stop War saat Persib Main, Pemain Palestina Ini Beri Jawaban Berkelas
BANDUNG, iNews.id- Aksi simpati terhadap konflik Rusia-Ukraina ditunjukkan pemain Persib Bandung dengan membentangkan spanduk stop war. Namun, salah satu pemain Persib asal Palestina Mohammed Rashid menolak memegang spanduk itu.
Momen itu terjadi di laga Persib Bandung atas Persija Selasa (1/3/2022). Persib menang 2-0 berkat brace David Da Silva. Kemenangan itu mendongkrak posisi Persib ke peringkat kedua klasemen Liga 1 2021/2022.
Selain kemenangan Persib, laga itu juga diwarnai aksi solidaritas pemain Persib atas konflik di Rusia-Ukraina. Penggawa Persib Bandung berpose sambil membentangkan spanduk bertuliskan 'Stop War'.
Foto aksi penggawa Persib diunggah akun Instagram @persib_day. Ternyata, ada beberapa foto yang menunjukkan Rashid enggan ikut berpose bersama teman-temannya.
PP Muhammadiyah Desak Perang Ukraina-Rusia Dihentikan
Stop all wars, we all want to live peacefully???????????????? https://t.co/lC7RAebuS1
— Mohammed Basim Rashid (@mohamadrashid3) March 3, 2022
Rashid memilih mundur dari barisan. Dia tampak berdiri jauh dari barisan itu. Momen itu pun menjadi berbincangan hangat di media sosial.
Rashid pun memberikan jawaban terkait aksi itu. Dia berharap semua perang dapat diakhiri tanpa terkecuali.
"Hentikan semua perang, kita semua ingin hidup damai," tulis Rashid dalam akun twitternya, @mohamadrashid3, dilihat Kamis (3/3/2022).
Profil Teja Paku Alam, Benteng Kokoh Persib Bandung yang Rajin Cleansheet di Liga 1
Aksi Rashid itu pun mendapat dukungan dari netizen. Sebab, selama ini negara Rashid yakni Palestina bertahun-tahun dilanda konflik atas invasi Israel namun seolah dunia hanya diam.
"Rasheed wajar tidak ikut pegang spanduk itu, karena ketika negaranya, Palestina di agresi Israel, Amerika dan Eropa ambigu. Keep spirit Rasheed," kata Akun @arifhasym80.
Hasil Persija Vs Persib: Acak-acak Macan Kemayoran, Maung Bandung Usir Arema FC dari 2 Besar
"Rashid semangat. save palestine," kata Achmadbenny.
Editor: Ibnu Hariyanto