Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Head to Head Raymond/Joaquin Vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin jelang Final Indonesia Masters 2026
Advertisement . Scroll to see content

Raymond/Joaquin Blak-blakan Soal Gaya Tengil di Indonesia Masters 2026, Psywar atau Strategi?

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:00:00 WIB
Raymond/Joaquin Blak-blakan Soal Gaya Tengil di Indonesia Masters 2026, Psywar atau Strategi?
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengungkap alasan di balik perbedaan sikap mencolok saat tampil di Indonesia Masters 2026. (Foto: PBSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengungkap alasan di balik perbedaan sikap mencolok saat tampil di Indonesia Masters 2026. Mereka menunjukkan aksi tengil saat melawan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan jauh lebih kalem ketika menghadapi Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Pasangan ganda putra Indonesia tersebut secara mengejutkan sukses menembus final Indonesia Masters 2026. Tiket partai puncak diraih setelah mereka menundukkan Sabar/Reza dalam semifinal dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-14 di Istora Senayan, Sabtu (24/1/2026).

Laga semifinal itu berjalan relatif tenang. Raymond/Joaquin tampil lebih fokus dan minim gestur provokatif, berbeda jauh saat menghadapi Fajar/Fikri di babak perempat final.

Dalam duel melawan Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin sempat mencuri perhatian publik Istora. Adu psywar dan gestur tengil kerap muncul di tengah pertandingan dan memancing reaksi penonton.

Tengil karena Terpancing, Kalem karena Situasi

Raymond mengakui gaya bermain mereka berubah karena faktor suasana di lapangan. Dia menyebut reaksi yang muncul saat menghadapi Fajar/Fikri terjadi secara spontan.

“Mungkin kemarin (lawan Fajar/Fikri) terbawa suasana juga sih. Mungkin eh ada yang mancing, jadi kepancing juga. Mungkin reaktif aja sih jadinya,” kata Raymond, dikutip Minggu (25/1/2026).

Situasi berbeda dirasakan saat melawan Sabar/Reza. Raymond menilai pertandingan berjalan tanpa psywar sehingga permainan pun lebih terkendali.

“Kalau di sini tadi main (lawan Sabar/Reza) mungkin lebih kalem-kalem aja karena enggak ada psywar-psywar-an, enggak mancing-mancing, jadi reaktif mancing terus. Jadi ya gitu aja sih kayak biar membedakan,” sambungnya.

Joaquin kemudian menjelaskan lebih dalam soal citra tengil yang melekat. Dia menegaskan aksi tersebut bukan bertujuan memancing emosi lawan.

“Sebenarnya kalau untuk psywar, itu kan bisa dibilang tengil lah ya. Kalau tengil itu sebenarnya bukan untuk memancing emosi lawan, tetapi untuk kita itu confident. Kita udah pernah main tengil, dan yang enggak tengil, itu hasilnya kita udah tahu hasilnya seperti apa,” ujar Joaquin.

Menurut Joaquin, gaya tersebut justru membantu mereka mengeluarkan kepercayaan diri secara maksimal di lapangan.

“Jadi kita main tengil itu supaya percaya diri kita tuh keluar, supaya confident kita tuh keluar. Bukan berarti kita kayak mau mancing emosi lawan, enggak. Tapi itu supaya kita jadi semakin percaya diri, supaya bisa mengeluarkan semua yang kita udah latih-latih setiap hari,” tambah dia.

Raymond/Joaquin kini menjadi satu dari dua wakil Indonesia yang melaju ke final Indonesia Masters 2026. Mereka akan menghadapi ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada partai puncak yang digelar Minggu (25/1/2026).

Satu wakil Indonesia lainnya di final datang dari sektor tunggal putra. Alwi Farhan dijadwalkan menghadapi Panitchaphon Teeratsakul asal Thailand pada hari yang sama di Istora Senayan.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut