Real Madrid Klub Terkaya di Dunia, Pendapatan Tembus Rp23,7 Triliun
MADRID, iNews.id – Real Madrid kembali menegaskan dominasinya sebagai klub terkaya dunia setelah memuncaki Deloitte Football Money League 2026 dengan pendapatan hampir 1,2 miliar euro (Rp23,7 triliun) pada musim 2024-2025.
Laporan edisi ke-29 Deloitte Football Money League mencatat 20 klub dengan pendapatan tertinggi di dunia sepak bola secara kolektif membukukan rekor baru senilai 12,4 miliar euro (Rp244,8 triliun). Angka tersebut melonjak 11 persen dibanding musim sebelumnya.
Lonjakan pendapatan ini terjadi karena seluruh sumber pemasukan utama klub mengalami pertumbuhan. Pendapatan komersial, hak siar, dan pemasukan hari pertandingan sama-sama mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Money League.
Real Madrid mempertahankan posisi teratas berkat kekuatan komersial yang luar biasa. Pendapatan komersial klub mencapai 594 juta euro (Rp11,7 triliun), angka yang bahkan cukup menempatkan mereka ke jajaran 10 besar Money League secara keseluruhan.
Di bawah Real Madrid, posisi kedua ditempati Barcelona dengan pendapatan 975 juta euro (Rp19,25 triliun). Bayern Munchen berada di urutan ketiga dengan 861 juta euro (Rp17 triliun), disusul Paris Saint-Germain 837 juta euro (Rp16,52 triliun), serta Liverpool 836 juta euro (Rp16,5 triliun).
Liverpool mencetak sejarah dengan menjadi klub Inggris berpendapatan tertinggi untuk pertama kalinya dalam sejarah Deloitte Money League. Keberhasilan ini ditopang kembalinya mereka ke Liga Champions serta kenaikan pendapatan komersial sebesar tujuh persen berkat aktivitas non-pertandingan di Anfield.
Pendapatan komersial secara keseluruhan mencapai 5,3 miliar euro (Rp104,7 triliun), meningkat dari 4,9 miliar euro musim lalu. Sumber ini menyumbang 43 persen dari total pendapatan klub-klub Money League dan menjadi yang terbesar selama tiga musim beruntun.
Pertumbuhan tersebut didorong optimalisasi stadion di luar hari pertandingan, peningkatan nilai sponsor, serta performa ritel yang lebih kuat. Klub-klub peringkat 10 besar bahkan meraih hampir separuh pendapatannya dari sektor komersial.
Pendapatan hari pertandingan mencatat pertumbuhan tercepat dengan lonjakan 16 persen. Total pemasukan mencapai 2,4 miliar euro (Rp47,4 triliun), berkontribusi 19 persen dari total pendapatan.
Sementara itu, pendapatan hak siar naik 10 persen dan menyumbang 38 persen total pemasukan. Faktor utama berasal dari perluasan FIFA Club World Cup serta bertambahnya jumlah pertandingan kompetisi Eropa.
Manchester City mengalami penurunan peringkat ke posisi enam dengan pendapatan 829 juta euro (Rp16,37 triliun). Penurunan ini terjadi setelah finis lebih rendah di Liga Inggris dan tersingkir lebih awal di Liga Champions.
Manchester United juga merosot dari posisi empat ke delapan. Pendapatan hak siar klub turun dari 258 juta euro menjadi 206 juta euro (Rp4,06 triliun), imbas absennya mereka dari Liga Champions serta finis di posisi ke-15 liga domestik.
Kejutan datang dari Bayern Munchen yang kembali ke tiga besar setelah mendapatkan tambahan signifikan dari partisipasi di Piala Dunia Antarklub. Benfica juga masuk Money League di peringkat ke-19 dengan 283 juta euro (Rp5,58 triliun), menjadi klub non-lima liga besar pertama sejak 2021.
Di sektor sepak bola putri, total pendapatan 15 klub teratas untuk pertama kalinya menembus 150 juta euro (Rp2,96 triliun). Arsenal Women memimpin dengan 25,6 juta euro (Rp505 miliar), disusul Chelsea Women 25,4 juta euro dan Barcelona Femení 22 juta euro.

Editor: Abdul Haris