Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Atletico Madrid vs Real Madrid: Los Rojiblancos Bungkam 10 Orang Los Blancos
Advertisement . Scroll to see content

Real Madrid Layangkan Protes Keras ke La Liga, Wasit Jadi Biang Kekalahan dari Atletico

Senin, 21 September 2026 - 08:18:00 WIB
Real Madrid Layangkan Protes Keras ke La Liga, Wasit Jadi Biang Kekalahan dari Atletico
Real Madrid melancarkan protes keras kepada La Liga setelah kalah 1-2 dari Atletico (Foto: Real Madrid)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Real Madrid melancarkan protes keras kepada La Liga setelah kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam derby Madrid yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial, Minggu (20/9/2026) malam WIB. 

Real Madrid kalah 1-2 dari Atletico Madrid dalam pertandingan yang berlangsung di Wanda Metropolitano. Kekalahan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu Los Blancos, terutama terkait sejumlah keputusan wasit Miguel Angel Ortiz Arias.

Atletico Madrid mampu membalikkan keadaan melalui gol Alejandro Grimaldo dan Jonathan David pada babak kedua. Real Madrid kemudian memperkecil ketertinggalan lewat Antonio Rudiger, tetapi gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim dari kekalahan.

Situasi semakin sulit bagi Real Madrid setelah Dean Huijsen mendapat kartu merah dan membuat tim bermain dengan 10 pemain pada sebagian besar babak kedua. Keputusan tersebut juga menjadi salah satu titik kontroversi dalam pertandingan.

Real Madrid menilai terdapat keputusan lain yang merugikan mereka. Kubu Los Blancos menyoroti keputusan Ortiz Arias yang tidak memberikan kartu merah kepada Lee Kang-in setelah melakukan tekel setinggi pergelangan kaki terhadap Federico Valverde.

Real Madrid Soroti Kinerja Wasit

Dalam laporan resmi pertandingan, Real Madrid secara terang-terangan mengkritik kepemimpinan Ortiz Arias. Klub tersebut bahkan menggunakan istilah "buruk sekali" untuk menggambarkan kinerja sang pengadil di Wanda Metropolitano.

"Real Madrid kalah dalam derby di Metropolitano yang diwarnai oleh kepemimpinan Miguel Angel Ortiz Arias yang buruk sekali, yang gagal mengeluarkan Cuti Romero karena menginjak lutut Bellingham (meski sudah meninjau tayangan di monitor) dan Kang-in Lee karena menginjak pergelangan kaki kiri Valverde."

"Kedua keputusan tersebut terbukti menentukan dan pertandingan akhirnya ditentukan pada babak kedua untuk keuntungan Atletico."

Real Madrid juga kembali menyoroti keputusan wasit melalui akun media sosial X setelah pertandingan berakhir. Dalam unggahan tersebut, klub menulis, "Keputusan wasit yang buruk menentukan derby."

Cuti Romero sendiri menerima kartu kuning setelah tekel terhadap Jude Bellingham ditinjau melalui VAR. Bek tersebut tidak mendapatkan kartu merah, sedangkan Lee Kang-in tidak menerima kartu dalam insiden terhadap Valverde.

Persoalan lain muncul ketika Huijsen awalnya hanya menerima kartu kuning karena dianggap menggagalkan peluang mencetak gol. Kontak dengan Giuliano Simeone pada awalnya dinilai terjadi di dalam kotak penalti.

VAR kemudian meminta Ortiz Arias melihat tayangan ulang melalui monitor. Setelah melakukan pemeriksaan, wasit memutuskan kontak terjadi di luar kotak penalti. Kartu kuning Huijsen kemudian diubah menjadi kartu merah langsung dan Atletico mendapat tendangan bebas.

Mourinho Ikut Ledakkan Kontroversi

Jose Mourinho juga memberikan reaksi keras setelah pertandingan. Dalam konferensi pers, Mourinho bahkan menghentikan sesi wawancara untuk menunjukkan dua foto yang memperlihatkan insiden Lee Kang-in terhadap Valverde dan tekel Romero kepada Bellingham.

"Sejarah pertandingan ada di sini," ujar Mourinho sambil menunjuk foto-foto tersebut.

Mourinho kemudian mengkritik penampilan Ortiz Arias sekaligus menyinggung sejumlah keputusan wasit dalam pertandingan La Liga pada beberapa pekan terakhir.

"Semua ini sangat aneh. Ini wasit yang pada usia 41 tahun tidak memiliki pengalaman internasional. Saya tidak tahu mengapa dia menjadi wasit. Kasihan orang tersebut datang ke sini dan tidak mampu menghadapi tekanan."

Mourinho kemudian menyinggung sejumlah keputusan dalam pertandingan lain.

"Mereka menganulir gol yang jelas untuk Osasuna melawan Atletico. Mereka memberikan penalti konyol kepada Atleti di San Sebastian. Mereka memberikan penalti konyol kepada Barcelona. Mereka tidak memberikan kartu merah yang jelas kepada Barcelona saat melawan Athletic Bilbao. Melawan Elche, dua pemain mereka seharusnya mendapat kartu merah saat melawan kami. Tidak ada. Biarkan kami bertanding."

Mourinho juga menegaskan dirinya tidak ingin menuduh adanya persiapan tertentu di balik keputusan tersebut.

"Saya tidak ingin mengatakan ini sudah dipersiapkan. Saya ingin berpikir ini adalah kesalahan, seperti pelatih juga melakukan kesalahan. Saya ingin berpikir CTA [komite wasit] melakukan kesalahan dan memilih wasit berusia 41 tahun yang belum pernah berada dalam situasi seperti ini. Mereka melakukan kesalahan, itu saja."

Di sisi lain, Real Madrid TV memilih tidak membuat analisis pertandingan terkait kekalahan 1-2 tersebut. Fokus siaran justru diarahkan sepenuhnya kepada kinerja wasit, sebelum menuduh La Liga memiliki keberpihakan terhadap Real Madrid.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, turut memberikan respons terhadap kritik Mourinho.

"Terkadang sesuatu berjalan sesuai keinginan Anda dan terkadang tidak. Anda tidak boleh kehilangan rasa hormat terhadap wasit. Tidak semua yang Anda katakan akan dituruti, tidak peduli seberapa besar nama Anda, seperti Mourinho."

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut