Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AC Milan Kantongi Cuan usai Buang Bek Muda ke Premier League, Real Madrid Ikut Kecipratan!
Advertisement . Scroll to see content

Real Madrid Siaga Satu, Chelsea Punya Taktik Mengerikan untuk Comeback

Selasa, 12 April 2022 - 05:12:00 WIB
Real Madrid Siaga Satu, Chelsea Punya Taktik Mengerikan untuk Comeback
Chelsea siapkan strategi mengerikan untuk comeback atas Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4/2022). (foto: REUTERS/Tony Obrien).
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Chelsea siapkan strategi mengerikan untuk comeback atas Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions di Santiago Bernabeu, Rabu (13/4/2022) dini hari WIB. Klub London Barat itu bakal mengandalkan duel-duel fisik sepanjang laga.

Pekan lalu The Blues tumbang 1-3 di Stamford Bridge. Itu artinya mereka minimal harus menang 3-0 di Ibu Kota Spanyol jika ingin melaju ke semifinal Liga Champions.

Karim Benzema mengalami malam yang indah saat Real Madrid bertandang ke markas Chelsea di leg I perempat final Liga Champions 2021/2022. Dia cetak hattrick. (foto: Reuters/Peter Cziborra)
Karim Benzema mengalami malam yang indah saat Real Madrid bertandang ke markas Chelsea di leg I perempat final Liga Champions 2021/2022. Dia cetak hattrick. (foto: Reuters/Peter Cziborra)

Pelatih Chelsea Thomas Tuchel sudah mengantongi taktik agar timnya bisa comeback. Pria asal Jerman itu mengatakan timnya akan memaksa pertandingan dipenuhi dengan duel-duel fisik yang bertujuan menghasilkan intensitas permainan tinggi sehingga Real Madrid tidak nyaman menguasai bola.

“Kami adalah tim yang butuh duel fisik dan ketajaman. Kami tidak melakukan itu di leg pertama. Ini juga karena kualitas mereka yang memperlambat tempo permainan, mengontrol pertandingan dengan penguasaan bola, begitulah adanya,” kata Tuchel dilansir laman resmi klub, Selasa (12/4/2022).

“Pertandingan akan benar-benar berbeda, tapi kami perlu menemukan cara untuk memainkan permainan yang lebih mengandalkan duel fisik, dan tentu saja itu bagian dari solusi,” tambahnya.

Tuchel mencontohkan pertemuan dengan Real Madrid pada semifinal Liga Champions musim lalu. Kala itu, Kai Havertz dan kawan-kawan menyingkirkan Los Blancos dengan agregat 3-1 dan melenggang ke final.

Menurut Tuchel, kala itu Chelsea memainkan intensitas permainan yang begitu tinggi sehingga Real Madrid tidak bisa berbuat banyak. Meski tidak banyak menguasai bola, tetapi timnya mampu menciptakan banyak peluang dengan duel fisik dan intensitas tinggi.

Striker Chelsea Timo Werner merayakan gol ke gawang Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. (Foto: Reuters)
Striker Chelsea Timo Werner merayakan gol ke gawang Real Madrid pada leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (6/5/2021) dini hari WIB. (Foto: Reuters)

“Misalnya musim lalu, kami melakoni leg kedua di Stamford Bridge, itu adalah laga yang sangat intens, tetapi kami juga kehilangan penguasaan bola,” tuturnya.

“Jadi secara logis, penguasaan bola saja tidak mencerminkan bahwa Anda tidak bermain dengan intensitas yang cukup,” tutupnya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut