Rekor 11 Kemenangan Barcelona Diputus Sociedad, Hansi Flick Sindir Wasit dan VAR
SAN SEBASTIAN, iNews.id – Rekor 11 kemenangan beruntun Barcelona di semua kompetisi diputus Real Sociedad setelah Blaugrana kalah 1-2 di Reale Arena, Senin (19/1/2026) dini hari WIB. Pelatih Barcelona Hansi Flick langsung menyindir kinerja wasit dan VAR pada laga jornada ke-20 Liga Spanyol 2025-2026 itu.
Barcelona menguasai pertandingan sejak menit awal hingga akhir, namun dominasi itu tidak berujung hasil positif. Tim tamu berulang kali gagal mencetak gol akibat benturan dengan tiang gawang serta sejumlah keputusan kontroversial dari wasit Gil Manzano.
Sepanjang laga, usaha Barcelona lima kali mengenai mistar atau tiang gawang. Selain itu, tiga gol dianulir wasit, dua karena offside dan satu lainnya dinilai ada pelanggaran dalam proses serangan.
Kekalahan ini berdampak langsung pada klasemen LaLiga. Keunggulan Barcelona di puncak kini terpangkas dan hanya tersisa satu poin dari Real Madrid di peringkat kedua.
Usai pertandingan, Hansi Flick menyampaikan penilaiannya kepada media. Dia mengaku puas dengan permainan tim, namun kecewa dengan cara laga dipimpin oleh wasit.
“Saya tahu seperti apa wasit itu. Semua orang sudah melihatnya. Saya tidak mau menghabiskan energi untuk dia. Saya sudah membaca komentar tentang wasit sebelum pertandingan. Ada banyak wasit sangat bagus di LaLiga, tapi kita semua tahu seperti apa dia,” kata Flick, dikutip dari Sport.
Flick juga menegaskan dukungan terhadap pernyataan kapten Frenkie de Jong yang sebelumnya menyebut Gil Manzano bersikap arogan sepanjang pertandingan.
“Frenkie benar dengan apa yang dia katakan, Frenkie benar. Dia selalu tenang, dia kapten, dan dia ingin berbicara dengan wasit, tapi dia tidak bisa. Kami juga tidak bisa berbicara dengan ofisial keempat,” ujar Flick.
Pelatih asal Jerman itu menilai minimnya komunikasi menjadi masalah besar. Dia menyebut situasi tersebut sulit diterima, namun harus dijalani.
“Kami harus menerimanya, ini tidak menyenangkan, tapi memang seperti itu. Kami tidak bisa mengubahnya. Kami tidak perlu menghabiskan energi untuk hal lain, hanya fokus memperbaiki diri. Tidak ada komunikasi dengan wasit ini,” lanjut Flick.
Flick juga diingatkan soal keputusan VAR yang menganulir gol Robert Lewandowski musim lalu oleh ofisial yang sama. Dia tertawa dan menjawab singkat sambil tersenyum, “Kerja bagus,” saat membandingkannya dengan gol Lamine Yamal yang dianulir musim ini.
Menilai performa tim, Flick mengaku sangat kecewa dengan hasil akhir. Menurut dia, permainan Barcelona pantas mendapat hasil lebih baik.
“Saya kecewa. Kami memainkan pertandingan yang sangat bagus, menciptakan banyak peluang, tapi hasil akhirnya tidak mencerminkan performa kami. Tapi inilah cara kami ingin bermain sepak bola,” ucap Flick.
“Itu cara Barca. Ada hari-hari saat kamu mengeluarkan banyak energi, tapi tidak beruntung. Aku menghargai apa yang aku lihat di lapangan,” sambungnya.
Meski tampil agresif dalam menyerang, dua kesalahan di lini belakang berujung fatal. Flick mengakui aspek pertahanan masih perlu pembenahan.
“Kami membuat kesalahan di pertahanan, kami harus bertahan lebih baik. Aku bilang ke tim kami bermain bagus. Sebelum skor 1-1, kami bermain sangat baik, tapi gol kedua mematikan kami. Itu yang harus kami perbaiki,” Flick menjelaskan.
Menutup pernyataannya, Flick menyebut laga ini sebagai salah satu pertandingan paling sial sepanjang karier kepelatihannya dan menegaskan fokus penuh ke laga berikutnya.
“Kami harus menerimanya. Kadang kamu tidak tahu kenapa kalah, dan ini salah satunya. Kami harus fokus ke pertandingan berikutnya, itu sangat penting,” pungkasnya.
Editor: Abdul Haris