Resmi! Adik Valentino Rossi Tinggalkan Honda, Gabung Tech3 Mulai 2027
LE MANS, iNews.id - Luca Marini akhirnya mengamankan masa depannya di MotoGP. Tech3 memastikan pembalap Italia tersebut bergabung mulai musim 2027.
Marini akan meninggalkan Honda setelah kontraknya bersama tim pabrikan Jepang tersebut tidak diperpanjang. Pembalap berusia 28 tahun itu kemudian memilih bergabung dengan Tech3 untuk menghadapi era baru MotoGP dengan regulasi mesin 850 cc.
Tech3 mengonfirmasi Marini akan menjadi bagian dari tim asal Prancis tersebut untuk musim 2027 dan 2028. Kesepakatan itu sekaligus memastikan Marini tetap berada di grid MotoGP ketika regulasi baru mulai diterapkan.
Masa depan Marini sebelumnya sempat tidak menentu setelah Honda memutuskan tidak melanjutkan kerja sama. Adik Valentino Rossi itu bergabung dengan HRC mulai musim 2024 untuk menggantikan Marc Marquez.
Meski menunjukkan performa yang stabil sekaligus membantu Honda mengembangkan RC213V, kontribusi tersebut belum cukup untuk membuat Honda mempertahankan Marini. Pabrikan Jepang itu memilih membangun proyek baru dengan Fabio Quartararo.
Honda telah merekrut Quartararo dari Yamaha untuk menjadi bagian penting dalam proyek mereka menghadapi era mesin 850 cc. Honda juga mengamankan talenta Moto2 David Alonso melalui kontrak dengan tim pabrikan.
Alonso saat ini bersaing dengan pembalap LCR Diogo Moreira untuk mendapatkan posisi rekan setim Quartararo di skuad utama Honda pada musim depan. Situasi tersebut membuat Marini harus mencari jalan keluar untuk mempertahankan kariernya di kelas premier.
Sebelum memastikan kepindahan ke Tech3, Marini sempat mengeksplorasi sejumlah pilihan. Salah satu opsi yang muncul adalah kembali ke VR46 pada musim 2027.
Namun, pilihan akhirnya jatuh kepada Tech3. Menariknya, Marini menandatangani kontrak langsung dengan Tech3 selama dua musim, bukan kontrak pabrikan KTM seperti pola kerja sama yang sebelumnya digunakan tim tersebut.
Tech3 mengumumkan Marini akan memperkuat tim pada musim 2027 dan 2028 sebagai pembalap berpengalaman. Komposisi baru Tech3 juga diperkirakan akan semakin berubah pada musim depan.
Pembalap Moto2 Senna Agius disebut menjadi kandidat kuat untuk menjadi rekan setim Marini. Namun, kepindahan Agius ke Tech3 masih belum mendapatkan konfirmasi resmi.
Perubahan susunan pembalap Tech3 tidak lepas dari keputusan KTM. Pabrikan Austria tersebut tidak menggunakan opsi untuk mempertahankan Maverick Vinales dan Enea Bastianini setelah musim 2026.
Keduanya bergabung dengan kubu KTM pada 2025 melalui kontrak pabrikan yang memiliki klausul terkait masa depan mereka bersama Tech3. Vinales kini diperkirakan pensiun setelah tidak menemukan tempat lain di grid MotoGP.
Sementara itu, Bastianini sudah mendapatkan pelabuhan baru. Pembalap Italia tersebut dipastikan bergabung dengan Trackhouse untuk menghadapi musim 2027.
Marini sebenarnya memiliki opsi lain sebelum memilih Tech3. Honda sempat mempertimbangkan Tech3 sebagai tim satelit untuk musim 2027. Jika rencana tersebut terwujud, Marini masih berpeluang membalap bersama Tech3, tetapi menggunakan motor Honda dengan spesifikasi regulasi 850 cc.
Namun, Tech3 akhirnya memilih tetap berada dalam ekosistem KTM. Tim tersebut menandatangani kontrak baru dengan KTM pada Mei lalu sehingga rencana menjadi tim satelit Honda tidak berlanjut.
Peluang lain juga sempat terbuka untuk Marini. Pada Februari, muncul laporan mengenai tawaran besar dari Yamaha kepada pembalap Italia tersebut.
Namun, Yamaha tidak melanjutkan langkah untuk merekrut Marini. Pabrikan asal Iwata itu kemudian memilih Ai Ogura dan Jorge Martin untuk memperkuat tim pabrikan pada musim 2027.
Dengan keputusan tersebut, Marini akhirnya memiliki kepastian setelah melewati periode penuh tanda tanya. Tech3 kini menjadi rumah baru bagi pembalap yang sudah dua kali naik podium dalam balapan utama MotoGP tersebut.
Kepindahan ke Tech3 juga membuka babak baru bagi Marini karena dia akan langsung menghadapi perubahan regulasi 850 cc bersama KTM. Dengan kontrak hingga akhir 2028, Marini setidaknya memiliki kepastian untuk menjalani dua musim pertama era baru tersebut.
Editor: Reynaldi Hermawan