Resmi, Ryan Giggs Jadi Pelatih Anyar Wales
CARDIFF, iNews.id - Tim nasional (timnas) Wales akhirnya memiliki pelatih baru setelah ditinggal Chris Coleman. Tim kejutan di Piala Eropa 2016 tersebut menunjuk mantan pemain sekaligus legenda sepak bola negara itu, Ryan Giggs sebagai pembesut anyar dengan kontrak selama empat tahun.
Bagi mantan pemain Manchester United (MU) tersebut, penunjukkan ini menjadi yang perdana untuknya sebagai pelatih utama. Sebelumnya, dia hanya pernah menangani Setan Merah sebagai caretacker di empat laga, seusai pemecatan David Moyes pada tahun 2014.
“Saya merasa bangga diberi kehormatan untuk menangani tim nasional. Tantangan yang saat ini berada di depan kami, dengan Liga Nasional dan juga kualifikasi Piala Eropa 2020, membuat saya merasa bergairah,” tutur Giggs di Sky Sports.
“Saya tak sabar untuk mulai bekerja dengan para pemain, karena kami bersiap untuk pertandingan krusial di akhir tahun,” ujarnya menambahkan. Sebelumnya, Wales merupakan tim kuda hitam di Piala Eropa 2016.
Di bawah asuhan Coleman, The Dragons mampu berlaga hingga babak semifinal. Namun, kegagalan Wales ke Piala Dunia 2018 membuat mantan pelatih Fulham tersebut mengundurkan diri.
Coleman pun kini menangani tim Divisi Championship, Sunderland. Hal itu membuat sejumlah nama digadang-gadang untuk menangani tim dari negara Britania tersebut.
Akhirnya Federasi Sepak Bola Wales (FAW) menunjuk Giggs untuk menjadi suksesor Coleman. Meski begitu, banyak yang skeptis dengan penunjukkan mantan pemain Cardiff tersebut.
Pasalnya, walau dilabeli jenius kala masih bermain, namun sebagai pelatih jam terbang Giggs amat kurang. Selain masa kepelatihan yang singkat dengan MU, praktis pria berusia 44 tahun tersebut tak pernah menangani satu tim pun.
Giggs hanya menjadi asisten Louis van Gaal, ketika pelatih berkebangsaan Belanda itu ditunjuk menangani MU. Semasa bermain pun, mantan pemain junior Manchester City tersebut tak pernah membawa Wales lolos ke turnamen bergengsi.
Dia hanya sempat berlaga di Olimpiade 2012. Namun, itu pun bukan bersama Si Naga, melainkan dengan tim Britania Raya, gabungan dari timnas Inggris dan Wales, setelah Skotlandia, Republik Irlandia dan Irlandia Utara menolak untuk bergabung.
Editor: Haryo Jati Waseso