Resmi! Solskjaer Bekerja di Liverpool usai Ditolak Mentah-Mentah MU
MANCHESTER, iNews.id – Ole Gunnar Solskjaer kembali ke dunia sepak bola level elite usai gagal mendapatkan jabatan pelatih Manchester United. Dia akan tampil di markas Liverpool pada ajang Liga Champions.
Solskjaer dipastikan mulai bertugas, Kamis (29/1/2026) dini hari WIB. Dia hadir di stadion saat Liverpool menghadapi Qarabag di Anfield dalam lanjutan Liga Champions, bukan sebagai pelatih, melainkan pengamat teknis resmi UEFA.
Keputusan ini muncul tak lama setelah MU memilih Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Solskjaer sempat masuk radar manajemen klub untuk menggantikan Ruben Amorim, namun arah keputusan akhirnya berpaling ke Carrick.
Pilihan MU menghadirkan Carrick didukung struktur kepelatihan internal. Steve Holland ditunjuk sebagai asisten, dibantu Jonny Evans, Travis Binnion, dan Jonathan Woodgate di tim pelatih utama.
Pesan Tegas Michael Carrick Usai MU Tumbangkan Arsenal, Euforia Diredam di Ruang Ganti
Menjelang kemenangan Manchester United atas Arsenal akhir pekan lalu, Carrick mengungkap komunikasi pribadinya dengan Solskjaer. Hubungan keduanya dikenal sangat dekat sejak lama di Old Trafford.
“Ya, saya berbicara dengannya,” kata Carrick dikutip dari Sport Bible.
MU Hajar Arsenal, Michael Carrick Bicara Kemungkinan Jadi Pelatih Permanen
“Kami dekat, sudah melalui banyak hal bersama, jadi dia sepenuhnya mendukung seperti yang bisa diduga. Dia pria hebat dan saya sangat menghormatinya, jadi ya, dia mendoakan yang terbaik dan senang kami mendapatkan hasil yang tepat," ujarnya.
Kembalinya Solskjaer ke stadion bukan tanpa makna. Dia menjalankan tugas sebagai technical observer UEFA, posisi yang menuntut analisis mendalam dari sudut pandang kepelatihan.
Menang di Laga Debut MU, Carrick Langsung Bidik Gelandang Mahal Premier League
Dalam peran tersebut, Solskjaer menganalisis pertandingan untuk mengidentifikasi tren taktik terbaru. Hasil pengamatan dituangkan dalam laporan teknis berbasis data dan video untuk pengembangan edukasi kepelatihan UEFA.
Kata-Kata Sakti Michael Carrick di Ruang Ganti yang Bikin MU Sukses Hancurkan Man City
Solskjaer mendapatkan akses penuh ke berbagai sudut kamera, mulai dari siaran utama, kamera taktik, hingga sudut belakang gawang. Semua materi itu dipakai untuk mengupas detail teknis dan taktis pertandingan.
Sejumlah nama besar pernah menjalani peran serupa, termasuk Fabio Capello, Avram Grant, dan Frank de Boer di Euro 2024. Gareth Southgate juga sempat berkontribusi sebagai direktur teknis UEFA pada final Liga Champions 2024.
Musim 2025/26 menghadirkan panel elite lain, seperti Rafael Benitez, Ange Postecoglou, Roberto Martinez, dan Roy Hodgson. Solskjaer kini berada di lingkaran strategis pengambil arah pemikiran sepak bola Eropa.
Pada November lalu, Solskjaer sempat menganalisis performa Vitinha saat Paris Saint-Germain mengalahkan Tottenham. Dia memuji peran vital gelandang tersebut.
“Dia pemain yang mengontrol ritme tim dan memberi umpan pemecah garis,” kata Solskjaer.
“Dia mengambil bola di semua fase permainan, dari kiper, di sisi bek tengah saat build-up, lalu bergerak masuk dan keluar. Dia juga memberi umpan penentu, mencetak gol, dan memenangkan penalti. Dia melakukan segalanya.”
Langkah ini menandai kebangkitan Solskjaer di level tertinggi sepak bola Eropa, meski bukan lewat bangku pelatih, melainkan dari balik layar yang berpengaruh besar.
Editor: Reynaldi Hermawan