Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hasil Super League: Persijap Jepara Amankan Tiga Poin, PSM Makassar Tak Berkutik di Jepara
Advertisement . Scroll to see content

Respons John Herdman soal Pemain Keturunan Serbu Super League

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:15:00 WIB
Respons John Herdman soal Pemain Keturunan Serbu Super League
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – John Herdman merespons positif tren pemain keturunan yang memilih berkarier di Super League 2025-2026 karena memberi dampak langsung terhadap kesiapan dan kedalaman skuad Timnas Indonesia.

Pelatih Timnas Indonesia itu menilai kehadiran pemain diaspora di kompetisi domestik memudahkan proses pemantauan performa secara rutin, sekaligus mempercepat adaptasi pemain terhadap karakter sepak bola nasional.

Salah satu contoh terbaru terlihat dari bergabungnya Shayne Pattynama ke Persija Jakarta. Bek kiri berusia 27 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi 2,5 musim setelah berpisah dengan Buriram United menyusul penghapusan kuota pemain Asia di Liga Thailand.

Menurut Herdman, lokasi bermain bukan faktor utama penilaian. Dia lebih menekankan konsistensi menit tampil serta perkembangan pemain dari pekan ke pekan.

“Saya pikir itu penting. Saya pikir penting bahwa kami bisa mengakses pemain kami dari Eropa yang memberikan tampilan, rasa, dan standar yang berbeda,” ujar John Herdman.

Dia menilai Super League memberi konteks berbeda bagi pemain diaspora, terutama dalam menghadapi kondisi pertandingan yang tidak ditemui saat berkarier di Eropa.

“Tetapi bagi para pemain penting untuk terbiasa dengan kondisi di sini. Kondisi di sini sangat unik, panasnya, kelembapannya. Dan saya pikir bagi pemain Eropa untuk berlatih di sini secara konsisten itu sangatlah penting,” ucapnya.

Herdman menyoroti aspek fisik sebagai keuntungan besar. Bermain rutin di Super League membantu pemain meningkatkan daya tahan tubuh sesuai kebutuhan sepak bola Asia Tenggara.

“Tingkat toleransi (fisik) yang bisa mereka bangun, minggu demi minggu, itu memberi kami kekuatan dan memberi kedalaman skuad yang menurut saya kami butuhkan,” lanjutnya.

Keberadaan pemain keturunan di liga domestik juga mempermudah integrasi taktik saat bergabung dengan Timnas, karena mereka sudah akrab dengan cuaca, atmosfer stadion, serta ritme pertandingan lokal.

Situasi tersebut dinilai penting mengingat Timnas Indonesia akan menghadapi agenda padat sepanjang 2026, yang menuntut rotasi pemain dan kedalaman skuad stabil.

Dalam waktu dekat, Timnas Indonesia dijadwalkan tampil pada FIFA Series periode 23–31 Maret 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi kalender internasional berikutnya.

Setelah itu, skuad Garuda masih menatap agenda FIFA Matchday pada Juni, September, Oktober, dan November, serta Piala AFF 2026 yang rencananya digelar mulai 25 Juli 2026.

Editor: Abdul Haris

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut