Respons Shin Tae-yong usai Disanksi KFA: Saya Diperlakukan Tak Adil!
SEOUL, iNews.id – Shin Tae-yong menilai sanksi Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) terhadap dirinya tidak adil dan mengaku ingin mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut. Sanksi tersebut terkait polemik saat dirinya menangani Ulsan HD.
Keputusan tersebut diambil setelah KFA menggelar pertemuan bersama Komite Fair Play pada awal Juli 2026. Hukuman itu membatasi aktivitas mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut di lingkungan sepak bola Korea Selatan.
Tiga sanksi berat dijatuhkan KFA kepada Shin. Pertama, sang arsitek dilarang melatih selama 10 tahun di Korea Selatan, kedua dilarang terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea Selatan dalam jabatan apa pun. Ketiga, diusir secara permanen dari klub di lingkungan sepak bola Korea Selatan.
Meski kecewa, Shin memilih menahan diri. Dia khawatir penjelasan terbuka justru berdampak kepada para pemain yang pernah bekerja bersamanya.
“Ada banyak hal yang membuat saya merasa diperlakukan tidak adil dan saya ingin mengungkapkan kebenarannya. Namun, para pemain yang pernah bekerja dengan saya bisa ikut terluka dan situasi sepak bola Korea Selatan juga sedang tidak baik,” kata Shin seperti dilaporkan Yonhap News TV.
Shin belum menjelaskan langkah berikutnya setelah menerima keputusan KFA. Dia juga belum mengungkap secara rinci kebenaran yang ingin disampaikan.
Sanksi tersebut berkaitan dengan polemik selama Shin menangani Ulsan HD pada 2025. Saat itu, muncul tudingan mengenai tindakan fisik dan ucapan tidak pantas kepada pemain.
Salah satu peristiwa yang disorot melibatkan pemain Ulsan, Jung Seung-hyun. Rekaman kontak fisik antara Shin dan Jung kemudian beredar dan memicu perdebatan.
Shin sebelumnya membantah melakukan kekerasan. Dia menyampaikan permintaan maaf jika tindakannya membuat Jung tidak nyaman, tetapi menolak jika peristiwa tersebut dikategorikan sebagai kekerasan.
KFA mulai menyelidiki kasus itu pada Desember 2025. Komite Fair Play kemudian menetapkan hukuman setelah memeriksa materi serta keterangan terkait.
Federasi tidak membuka seluruh rincian sanksi dengan alasan menyangkut informasi pribadi. Namun, keputusan tersebut dilaporkan masuk kategori hukuman berat.
Pernyataan terbaru Shin menunjukkan polemik belum sepenuhnya berakhir. Dia ingin meluruskan persoalan, tetapi memilih berhati-hati agar tidak memperburuk situasi sepak bola Korea Selatan.
Editor: Abdul Haris