Roberto Firmino Kecil Harus Hindari Peluru Demi Latihan Sepak Bola
LIVERPOOL, iNews.id – Striker Liverpool, Roberto Firimino memiliki masa lalu yang mengerikan. Demi berlatih sepak bola, dia harus menghindari hujan peluru.
Firmino kecil tumbuh di Favela, kawasan kumuh Brasil. Di sana banyak berkeliaran gengster yang memiliki senjata api dan kerap terlibat konflik.
Saat berusia 9 tahun, Firmino menimba ilmu di akademi klub amatir Flamenguinho. Demi mencapai tempat latihan, dia harus mencari cara agar tidak bertemu gengster.
“Anak laki-laki di sini tidak memiliki apa pun yang bisa digunakan untuk menjaga diri mereka dari kejahatan. Jika mengambil jalan yang salah, hidup mereka akan berakhir. Ini tempat yang sangat berbahaya,” kata Andre Lima Teixeira, mantan pelatih Flamenguinho.
Ayah Khabib Nurmagomedov Meninggal Dunia karena Covid-19
“Seringkali, ketika waktu latihan tiba, Roberto (Firmino) dan teman-temannya harus diam di rumah karena perang senjata api tengah dimulai. Di lain hari, ketika mereka sedang dalam perjalanan untuk latihan, tembak-menembak terjadi. Mereka harus berlari dan bersembunyi di bawah tempat tidur,” ujarnya dikutip dari The Sun.
Sama seperti warga Favela lainnya, Firmino kecil hidup sangat miskin. Ayahnya, Jose Cordeiro hanya seorang pedagang kaki lima yang menjual air kemasan di depan lapangan sepak bola. Sedangkan sang ibu memilih tinggal di rumah.
Manchester City Vs Liverpool: 7 Fakta di Balik Kekalahan The Reds
Saking miskinnya, Firmino dan kawan-kawannya memakai sepatu sepak bola secara bergantian. Hal ini diceritakan langsung oleh sahabatnya yang bernama Jose 'Toto' Cicero da Silva.
“Saya berumur sekitar 12 tahun ketika mulai bermain untuk Flamenguinho. Saya tetangga Roberto. Kami pergi latihan bersama. Kami miskin. Jadi masing-masing meminjam sepatu saat bermain,” ucap Toto.
“Tapi saya pikir Tuhan tahu apa yang dia lakukan. Roberto seperti sekarang karena kerja kerasnya. Saya mengikuti kariernya dan melihat penampilannya di Liverpool. Flamenguinho sangat penting dalam karirnya,” tuturnya.
Kerja keras Firmino terbayar lunas. Liverpool memberikan gaji sebesar 180.000 poundsterling atau sekitar Rp3,2 miliar per pekan. Kini keluarganya hidup jauh di atas garis kemiskinan.
Editor: Bagusthira Evan Pratama