Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Real Madrid Terobsesi Rekrut Bintang Premier League, Dana Rp2,7 Triliun Disiapkan
Advertisement . Scroll to see content

Romelu Lukaku Ingin Perusahaan Media Sosial Serius Perangi Rasisme di Dunia Sepak Bola

Jumat, 24 September 2021 - 10:30:00 WIB
Romelu Lukaku Ingin Perusahaan Media Sosial Serius Perangi Rasisme di Dunia Sepak Bola
Striker anyar Chelsea Romelu Lukaku diajak gabung Arsenal. Tawaran itu disampaikan usai kedua tim jumpa pada pekan ke-2 Liga Inggris di Emirates Stadium. (Foto: Give Me Sport)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id – Striker Chelsea, Romelu Lukaku mengatakan bahwa aksi berlutut sebelum laga dimulai tidak cukup untuk memerangi tindakan rasisme. Pemain berpaspor Belgia itu meminta untuk bertemu dengan perusahaan media sosial agar dapat lebih memerangi aksi rasisme yang terus terjadi di dunia sepak bola.

Lukaku menyatakan pesepak bola dapat berbuat lebih banyak untuk mengatasi rasisme dibanding hanya berlutut. Karena menurutnya para pemain terus menerima tindakan pelecehan tersebut.

Bahkan rekan setim Lukaku, Marcos Alonso mengatakan pada awal pekan ini dirinya tidak akan lagi melakukan gerakan itu. Sebab dia merasa aksi tersebut telah kehilangan dampaknya dan Alonso lebih memilih menunjuk lencana 'tidak untuk rasisme' di lengan bajunya.

“Saya pikir kami dapat mengambil posisi yang lebih kuat. Kami berlutut, semua orang bertepuk tangan, tetapi terkadang setelah pertandingan Anda melihat penghinaan lain,”  kata Lukaku dilansir dari Goal Internasional, Kamis (23/9/2021).

Striker berusia 28 tahun itu ingin bertemu perusahaan media sosial  dengan pemain sepak bola lainnya untuk bersama-sama memerangi kasus rasisme dan diskriminasi yang kerap menimpa pemain. Sejumlah badan olahraga pun pernah melakukan boikot media sosial selama empat hari dengan harapan perusahaan mengambil sikap tegas terhadap pelecehan rasis dan seksis oleh pengguna.

Lukaku percaya bahwa masalah ini dapat diselesaikan dengan sukses jika semua orang bekerja sama. Karena menurutnya, sepak bola addalah kegembiraan, bukan menjadi tempat yang tidak aman bagi pesepakbola.

"Kami hanya harus duduk di sekitar meja dan mengadakan pertemuan besar tentang hal itu - bagaimana kami dapat menyerangnya secara langsung, tidak hanya dari pertandingan pria, tetapi juga dari pertandingan wanita," ungkapnya.

“Kami dapat memboikot media sosial, tetapi saya pikir perusahaan-perusahaan itulah yang harus datang dan berbicara dengan tim, pemerintah, atau kepada para pemain itu sendiri, dan menemukan cara bagaimana caranya. untuk menghentikannya,” lanjutnya.

"Kapten dari setiap tim, dan empat atau lima pemain, seperti tokoh besar dari setiap tim, harus mengadakan pertemuan dengan CEO Instagram dan pemerintah serta FA dan PFA,” sambungnya.

"Sepak bola adalah kegembiraan, kebahagiaan dan seharusnya tidak menjadi tempat di mana Anda merasa tidak aman karena pendapat dari beberapa orang yang tidak berpendidikan,” pungkasnya.

Editor: Dimas Wahyu Indrajaya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut