Sejarah Hari Ini: Italia Juara Piala Dunia 2006, Tukang Cukur Dadakan hingga Tandukan Zidane
BERLIN, iNews.id - Tepat 18 tahun lalu, fans Timnas Italia di muka bumi tersenyum lebar. Mereka melihat tim kesayangan berhasil juara Piala Dunia 2006 di Jerman.
Padahal saat itu skuad Gli Azzurri sedang tidak baik-baik saja. Mereka berangkat ke Jerman saat kasus pengaturan skor alias calciopoli merebak di Negeri Pizza.
Meski demikian Italia asuhan Marcello Lippi kala itu tetap serius menatap Piala Dunia 2006. Dia membawa nama-nama besar ke dalam skuadnya termasuk pemain yang klubnya tersandung kasus calciopoli seperti Alessandro Del Piero dan Gianluigi Buffon (Juventus).

Italia masuk Grup E di Piala Dunia 2006 bersama Republik Ceko, Ghana dan Amerika Serikat. Gli Azzurri meraih kemenangan 2-0 atas Ghana, ditahan Amerika Serikat 1-1 dan menaklukkan Republik Ceko 2-0.
Pasukan Lippi akhirnya finis sebagai juara Grup E berbekal 7 poin. Francesco Totti dan kolega kemudian menyingkirkan Australia 1-0 di 16 Besar.
Mereka juga mengalahkan Ukraina 3-0 di perempat final. Italia bertemu tuan rumah Jerman di semifinal dan menang dramatis 2-0 lewat babak tambahan.
Tibalah saatnya laga final. 9 Juli 2006, Olympiastadion Berlin menjadi saksi duel pamungkas Italia kontra Prancis.
Zinedine Zidane membawa Prancis unggul lewat tendangan penalti panenkanya. Italia tak mau kalah membalasnya via tandukan Marco Materazzi meneruskan umpan sudut Andrea Pirlo.
Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan usai dan memaksa laga berlanjut ke drama adu penalti. Italia akhirnya yang menang tos-tosan dengan skor 5-3.
Tapi ada kisah menarik saat babak tambahan, Zidane menanduk dada Materazzi. Bintang Real Madrid itu akhirnya harus meninggalkan lapangan lebih awal karena diganjar kartu merah langsung oleh wasit asal Argentina Horacio Elizondo.
Itu merupakan laga terakhir Zidane di Timnas Prancis. Sang maestro mengakhir petualangan bersama Les Bleus dengan cara yang sangat pahit.
Selain itu ada pula cerita menarik di balik kemenangan Gli Azzurri. Ada pemain Italia yang jadi tukang cukur dadakan yaitu Massimo Oddo.
Semua berawal ketika seluruh skuad Italia sibuk mempersiapkan diri jelang Piala Dunia 2006. Oddo sampai tak sempat merapihkan rambut.
Akhirnya dia mencukur rambutnya sendiri. Kebiasaan Oddo dilihat salah satu pemain Italia lainnya, Gennaro Gattuso.
Gattuso kemudian tertarik meminta tolong ke sang sahabat untuk memangkas rambutnya. Namun Oddo bilang agar pemain yang akrab disapa Rino itu tidak berekspektasi lebih.
Sebab Oddo sadar jika dirinya hanya kapster dadakan. Namun tak disangka Gattuso justru sangat puas dengan potongan Oddo.
Dari situ Oddo mendapat banyak permintaan potong rambut dari rekan di Timnas Italia lainnya. Gladiator Gli Azzurri yang meminta cukur rambut dengannya bukan nama-nama sembarangan.

Oddo menyebutkan pemain-pemain beken seperti Alberto Gilardino, Simone Perotta hingga Gianluigi Buffon juga pernah cukur rambut dengannya. Setelahnya legenda kelahiran 14 Juni 1976 itu mulai percaya diri dengan bakat cukur yang dimilikinya.
Dia menawarkan Mauro Camoranesi yang terkenal gondrong untuk cukur dengannya jika Italia juara Piala Dunia 2006. Camoranesi mengiyakan tawaran tersebut.
Hasilnya Gli Azzurri asuhan Marcelo Lippi bisa angkat piala setelah mengalahkan Prancis. Camoranesi menepati janjinya untuk dicukur.
Mantan gelandang Juventus itu bahkan membawa bangku sendiri dan dicukur Oddo di tengah lapangan. Dari situ Oddo dijuluki Barber of Berlin.
Editor: Reynaldi Hermawan