Shin Jae Hyuk, Anak Shin Tae Yong yang Dituntut Belajar pada Asnawi Mangkualam
JAKARTA, iNews.id - Sosok Shin Jae Hyuk, anak Shin Tae-yong seolah dituntut belajar pada Asnawi Mangkualam. Diketahui, ia juga merupakan pemain Ansan Greeners FC di Divisi II Liga Korea Selatan.
Sebagai rekan setim, Shin Jae-hyuk mengakui bahwa Asnawi Mangkualam merupakan salah satu pemain hebat.
Bahkan, Shin Jae-hyuk mengakui bahwa permainan Asnawi Mangkulam cukup lebih baik ketimbang dirinya. Hal itu sebagaimana yang pernah diungkapkan oleh putra Shin Tae Yong beberapa waktu lalu.
Sebagaimana diketahui, Asnawi Mangkualam merantau ke Korea Selatan dan masuk Ansan Greeners FC saat musim K-League 2 2021 bergulir tahun lalu.
Keren! Gol Debut Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners Diabadikan dalam Bentuk Merchandise
Bergabungnya Asnawi ke Ansan Greeners tak terlepas dari rekomendasi Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong yang merekomendasikan mantan pemain PSM tersebut masuk ke sana.
Pelatih Timnas Indonesia itu terkesan dengan etos kerja seorang Asnawi dan berharap kariernya semakin mengkilap dengan merantau ke Negeri Gingseng.
Sosok Asnawi Mangkualam, Pemain Sepak Bola Indonesia yang Terkenal di Korea Selatan dan Aksinya Sering Dimuat K League
Benar saja, Shin Jae-hyuk selaku putra Shin Tae-yong yang akhirnya menyusul menjadi punggawa Ansan Greeners juga merasa terkesan. Ia bahkan mengaku perlu belajar banyak dari pemain berusia 23 tahun tersebut.
"Asnawi sedikit lebih agresif dan unggul dalam hal kecepatan. Saya mencoba mencetak gol sesingkat dan secepat mungkin," kata Shin Jae-hyuk pada Februari lalu dikutip dari Okezone, Sabtu (27/8/2022).
Penyerang Ansan Greeners Akui Kejeniusan Asnawi Mangkualam, Ini Pengakuannya
"Kami hampir mirip, tapi saya sedikit lebih teknis. Tentu saja, Asnawi memiliki kemampuan pertahanan yang lebih baik. Saya rasa harus belajar," ujarnya.
Asnawi Mangkualam tiba lebih dulu di Ansan Greeners ketimbang Shin Jae-hyuk. Anak Shin Tae-yong itu bergabung ke Ansan pada Greeners pada Juli 2021.
Asnawi Mangkualam Cetak Assist saat Ansan Greeners Ditahan Imbang Chungham Asan
Sejak saat itu, keduanya dikenal memiliki hubungan sangat baik. Hal itu semakin menunjukkan Shin Jae-hyuk seolah diminta banyak belajar dari bek Timnas Indonesia tersebut. Keduanya diketahui mulai dekat saat menjalani latihan di musim dingin lalu. Mereka awalnya banyak habiskan waktu dengan bercengkrama dan akhirnya menjadi teman dekat.
Shin Jae-hyuk bahkan sempat mengomentari peluang Asnawi Mangkualam untuk mendapatkan posisi baru sebagai penyerang sayap. Diketahui, Asnawi memang seorang bek yang cukup agresif dan sering naik turun membantu pertahanan sekaligus penyerangan.
"Jika ada kesempatan, saya ingin mendapatkan umpan dari Asnawi dan mencetak gol. Saya ingin menunjukkan kepada fans Indonesia, ketika kami bermain bersama," ujar anak Shin Tae-yong.
Nama Asnawi seolah memang telah diperhitungkan di kompetisi sepak bola Korea Selatan. Bagaimana tidak, sudah dua kali media sosial resmi K-League 2 mengunggah sejumlah aksi pemain berusia 22 tahun tersebut saat tampil apik bersama Ansan Greeners.
Sebelumnya, Twitter K-League membuat video khusus rangkuman aksi-aksi Asnawi saat bertahan maupun saat membantu penyerangan pada Selasa (2/8/2022). Ini merupakan sebuah apresiasi yang mungkin sangat jarang diberikan kepada pemain-pemain asal Asia Tenggara.
Sebelumnya, Twitter K-League 2 juga sudah mengunggah cuplikan gol Asnawi masing-masing ke gawang Gimpo Citizen (3-1) dan Jeonnam Dragons (3-0). Video tersebut memperlihatkan sejumlah aksi Asnawi saat melakukan pengawalan kepada pemain lawan saat menghadapi Gimpo Citizen. Asnawi terlihat beberapa kali melakukan tekel bersih yang membuat pertahanan Ansan aman dari ancaman lawan.
Terlihat jelas kekuatan body balance Asnawi menjadi sorotan ketika berduel dengan bek Gimpo, Park Dae Han. Aksinya melepaskan umpan silang ke kotak penalti juga masuk dalam rangkuman video tersebut yang diunggah laman Twitter K League tersebut.
Asnawi sontak ramai menjadi obrolan dan digadang-gadang sebagai pemain asal Indonesia yang mulai mengarah ke kesuksesan karier di luar Indonesia.
Editor: Komaruddin Bagja