Sinyal Emas SEA Games, Ini Kesamaan Timnas 2019 dengan 1987 dan 1991

Abdul Haris ยท Minggu, 08 Desember 2019 - 01:03 WIB
Sinyal Emas SEA Games, Ini Kesamaan Timnas 2019 dengan 1987 dan 1991

Para pemain Timnas Indonesia U-23 merayakan gol mereka ke gawang Myanmar U-23 pada semifinal SEA Games 2019 di Rizal Memorial Stadium, Sabtu (7/12/2019) sore. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

MANILA, iNews.id Timnas Indonesia U-23 sukses menembus final SEA Games 2019 setelah melumat Myanmar U-23 pada semifinal, Sabtu (7/12/2019) sore. Di laga pamungkas nanti, Garuda Muda diharapkan mampu melibas Vietnam U-23 untuk bisa memutus puasa medali emas selama 28 tahun.

Ya, dalam multiajang dua tahunan ini, Indonesia baru dua kali meraih medali emas, yakni pada 1987, dan 1991. Namun, tahukah Anda ada kesamaan Timnas kali ini dengan tim juara pada dua edisi tersebut? Berikut ulasannya.

Venue di Rizal Memorial Stadium
Laga final SEA Games 2019 akan digelar di Rizal Memorial Stadium, Manila, Filipina. Di tempat itu juga lagu Indonesia Raya terakhir berkumandang usai timnas yang diasuh Anatoli Polosin itu menang adu penalti 4-3 atas Thailand di final.

Defender Jadi Kapten Tim
Pada 1991, Timnas dipimpin Raymond Hattu sebagai kapten yang berposisi sebagai pemain belakang. Pada 2019, Pelatih Indra Sjafri menunjuk Andy Setyo yang juga seorang bek tengah.

Ke Semifinal sebagai Runner-up
Sama seperti Timnas SEA Games 1987, kali ini Garuda Muda juga melaju ke semifinal dengan status runner-up.

Kontra Myanmar di semifinal
Laga semifinal Indonesia kontra Myanmar pada 2019 ternyata juga terjadi pada edisi 1987 saat Timnas dilatih Bertje Matulapelwa.

Cetak 4 gol ke Gawang Myanmar
Menghadapi Myanmar di semifinal SEA Games 2019, Egy Maulana Vikri dkk mampu mencetak empat gol dan menang 4-2 sampai perpanjangan waktu. Pada 1987, Indonesia juga mengemas empat gol untuk menang 4-1 atas Myanmar.

Editor : Abdul Haris