Sosok Kapten Fiorentina yang Meninggal, Binaan Milan yang Diminati MU
UDINE, iNews.id - Berita mengejutkan datang dari sepak bola Italia, dengan meninggalnya kapten Fiorentina, David Astori. Bek tangguh berusia 31 tahun tersebut, ditemukan telah berpulang ketika sedang tidur di kamar hotelnya, jelang laga menghadapi Udinese di Dacia Arena, Minggu (4/3/2018) dini hari WIB.
Sang pemain diyakini mengalami serangan jantung kala tidur. Untuk menunjukkan penghormatan kepada Astori, laga sisa giornata 27 Serie A akhirnya harus ditunda. Dia selama ini dikenal sebagai bek tangguh, yang memiliki kelebihan dalam bola-bola udara dan begitu disiplin dalam menjaga area permainannya.
Astori lahir di Bergamo dan sempat bermain dengan klub lokal Pontisola. Bakatnya, pun terendus AC Milan, yang kemudian membuatnya bergabung dengan pembinaan pemain muda I Rossoneri pada 2001.
Sang pemain kemudian ditarik ke tim senior pada 2006. Namun keberadaan Daniel Bonera, Alessandro Nesta serta Kakha Kaladze, membuatnya kesulitan untuk menembus tim utama Milan.
Astori pun sempat dipinjamkan ke klub kecil seperti Pizzighettone dan Cremenose. Namun, peruntungannya berubah ketika dirinya diakuisisi oleh Cagliari pada 2008. Pelatih Gli Isolani saat itu, Massimiliano Allegri cukup sering memainkannya.
Pria yang saat ini menangani Juventus tersebut, memproyeksikan Astori sebagai penerus Diego Lopez yang kian menua. Pada musim 2008/09, Astori turut serta membawa Cagliari menduduki posisi kesembilan klasemen akhir Serie A, yang menjadi prestasi terbaik pada era 2000-an.
Penampilannya yang konsisten dalam menjaga pertahanan Cagliari ternyata menarik perhatian Manchester United (MU) pada 2012. Seperti dikutip The Sun, David Moyes, yang kemudian menjadi pelatih The Red Devils pada 2013, dikabarkan begitu menginginkannya.
Moyes nampaknya ingin mempersiapkan Astori sebagai penerus Rio Ferdinand dan Nemanja Vidic. Selain MU, klub Rusia Spartak Moskow juga sempat melakukan penawaran kepadanya.
Namun, Astori memutuskan menolak kesempatan itu dan memilih bertahan di Cagliari. Performa memuaskannya dengan Cagliari, berbuah pemanggilan ke tim nasional (timnas) Italia yang kala itu ditangani Cesare Prandelli pada 2011.
Astori pun tampil 14 kali dengan Gli Azzurri dan menjadi bagian dari timnas Italia di Piala Konfederasi 2013. Pada ajang tersebut, dia berhasil mencetak gol ke gawang Uruguay pada perebutan tempat ketiga. Italia pun menang lewat adu penalti.
Sempat membela AS Roma sebagai pinjaman selama semusim. Astori pun bergabung dengan Fiorentina, pada 2015 juga sebagai pemain pinjaman. Dianggap memuaskan sang pemain pun dipermanenkan oleh La Viola pada 2016.
Dia menjadi pemain utama dan keberadaannya sulit digantikan. Itu sebabnya, Fiorentina menunjuk Astori sebagai kapten tim. Bersama klub Firenze tersebut, Astori sudah bermain di 78 pertandingan.
Kini batu karang tangguh itu sudah kembali kepada penciptanya, meninggalkan istrinya Francesca Fiorentti dan seorang putri berusia dua tahun, Vittoria. Permainan disiplin dan kepemimpinannya itu pun tak bisa lagi dilihat di lapangan hijau. Selamat jalan Astori, Addio!
Editor: Haryo Jati Waseso